Tembok Raksasa 110 KM di Bawah Laut Papua, Peradaban Kuno atau Hoax Belaka?
- Youtube
Cianjur – Ada satu misteri di Papua yang hingga kini belum terpecahkan sepenuhnya. Penemuan tembok raksasa di bawah laut Papua ini telah viral sejak Mei 2023 dan mengundang berbagai spekulasi menarik.
Seorang penyelam dikabarkan tidak sengaja menemukan sebuah bangunan yang tampak seperti dinding besar. Strukturnya lurus memanjang secara sempurna dengan ukuran yang mencengangkan bagi siapa saja yang melihatnya.
Ukuran yang Fantastis
Disebutkan bahwa panjang tembok raksasa ini mencapai 110 kilometer dengan lebar 1.700 meter. Tingginya mencapai 1.860 meter atau dua kali lebih tinggi dari Burj Khalifa di Dubai yang hanya 828 meter.
Memang pantas disebut tembok raksasa bukan dengan ukuran yang luar biasa besar itu? Struktur tembok ini ditemukan di lautan lepas tak jauh dari ibukota Papua yaitu Jayapura.
Koordinat dan Hilangnya dari Peta
Jika dilihat melalui pemetaan satelit, koordinat tembok ini terletak pada titik 1 derajat 59 menit 46,9 detik Selatan dan 141 derajat 29 menit 24,6239 detik Timur. Yang mengherankan adalah video ini sebenarnya telah ada sejak tahun 2011 lalu saat pertama kali ditemukan.
Dirangkum dari channel YouTube Daftar Populer, keberadaan tembok raksasa ini masih terlihat dari Google Maps namun setelah viral seketika dihilangkan pada tahun 2012. Karena lokasinya tak jauh dari Jayapura, orang-orang menjuluki penemuan misterius ini dengan nama Jayapura Wall atau Tembok Jayapura.
Teori Peradaban Kuno Papua
Banyak yang yakin bahwa penemuan tembok raksasa sepanjang 110 kilometer ini adalah peninggalan peradaban kuno Papua yang tersembunyi. Bahkan disebutkan sebagai salah satu tonggak dasar dari terciptanya peradaban dunia di masa lampau.
Namun informasi mengenai tembok ini dibangun zaman kapan dan proyek siapa masih terus menjadi perdebatan. Bahan pembangunannya dari mana dan bagaimana teknologi konstruksinya juga masih menjadi teka-teki besar.
Kemungkinan Ras Raksasa Purba
Tak sedikit yang meyakini bahwa tembok ini dibangun oleh ras raksasa yang pernah hidup di bumi ribuan tahun lalu. Secara logika bangunan tembok ini tidak mungkin mampu dibuat oleh manusia di zaman purba dengan teknologi sederhana.
Dengan bahan apa mereka mampu mengangkut berbagai bahan baku pembangunan tembok raksasa itu? Alat transportasi yang ada di masa purba juga masih sangat sederhana dan terbatas kemampuannya.