Tom Maskun: Merdeka Bukan Sekadar Perayaan, tapi Pemerataan Pembangunan
- Foto:istimewa
BANDUNG – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi pengingat bahwa makna kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni. Kemerdekaan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, termasuk dalam mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Tom Maskun, M.Pd., mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus menjadi salah satu prioritas Jawa Barat dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Bagaimana kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia, itu yang harus menjadi perhatian. Kita harus fokus menyikapi kondisi negara, bangsa, dan Jawa Barat serta mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada,” kata Tom Maskun.
Menurutnya, Jawa Barat perlu memperkuat tiga fondasi penting pembangunan masyarakat, yakni pendidikan, kesehatan, dan kekuatan ekonomi dasar. Ketiga sektor tersebut berkaitan langsung dengan kesejahteraan sekaligus menentukan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat ke depan.
Sebagai anggota Komisi V yang salah satunya membidangi pendidikan dan kesehatan, Tom menekankan pentingnya pemerataan pelayanan. Ia tidak ingin masih terdapat kesenjangan yang lebar antara masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dengan mereka yang berada di desa maupun pelosok Jawa Barat.
“Jangan sampai ada disparitas antara kota dan pedesaan, terutama dalam pendidikan dan kesehatan. Masyarakat di pelosok juga harus mendapatkan pelayanan dan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Tom menilai semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kebijakan pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Warga desa, kata dia, jangan hanya ikut merayakan kemerdekaan setiap 17 Agustus, tetapi juga harus merasakan secara nyata hasil pembangunan.
“Harapan saya masyarakat di pelosok juga benar-benar dapat merasakan kemerdekaan. Kemerdekaan harus dinikmati seluruh elemen masyarakat tanpa ada sekat antara kota dan kabupaten, antara perkotaan dan pedesaan,” ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menambahkan, kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas, pelayanan kesehatan yang layak, serta terpenuhinya kebutuhan dasar untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.