Dari Ekspedisi 1936 Hingga Jadi Tambang Emas Terbesar Dunia, Kisah Grasberg Papua!

Tambang Grasberg Papua
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Papua menyimpan kekayaan luar biasa yang terpendam di bawah tanahnya. Kekayaan yang kemudian dikenal dunia sebagai tambang Grasberg, tambang emas terbesar di planet ini.

img_title Sarang Semut dari Papua Ternyata Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

Di balik keagungan tambang ini ada sejarah panjang penuh perjuangan, eksplorasi, dan kontroversi. Video ini akan membahas tentang sejarah penemuan emas di tambang Grasberg atau gunung emas Papua.

Awal Penemuan oleh Jean Jacques Dozy

img_title Cadangan Uranium Kalimantan Barat Mencapai 24 Ribu Ton untuk Energi Nuklir Indonesia!

Sejarah penemuan tambang emas di Papua berawal pada tahun 1936 ketika Jean Jacques Dozy, ahli geologi Belanda, melakukan ekspedisi ke pegunungan Jayawijaya. Bersama dua rekannya A.H Colijn dan Franz Wissel plus 38 orang dari Kalimantan, mereka mendaki medan terjal di Papua yang masih bagian Hindia Belanda.

Dozy menemukan sebuah gunung kaya mineral logam dengan batu hitam aneh berwarna kehijauan. Gunung tersebut diberi nama Ertsberg atau gunung bijih karena banyaknya deposit mineral terlihat hingga permukaan tanah.

img_title Super Tucano TNI AU Beraksi di Papua dengan Biaya Operasional Hanya Rp 230 Ribu per Jam!

Laporan yang Terlupakan Puluhan Tahun

Penemuan Dozy tidak langsung jadi perhatian dan laporannya disimpan rapat di perpustakaan Belanda. Tantangan logistik dan lokasi Ertsberg yang sangat terpencil membuatnya sulit dieksplorasi lebih lanjut saat itu.

Laporan geologis "The Geology Of The Ertsberg" sempat terlupakan selama beberapa dekade. Ketika Perang Dunia II berkecamuk, fokus global terhadap eksplorasi mineral di Papua menjadi memudar sepenuhnya.

Bangkit Kembali dan Masuknya Freeport

Laporan Dozy terungkap kembali pada 1959 ketika Jan Van Gruisen dari East Borneo Company mencari studi geologi di Nugini Barat. Dalam sebuah pertemuan, Van Gruisen menceritakan laporan Dozy kepada Forbes Wilson, ahli geologi dan wakil presiden Freeport Sulphur Amerika Serikat.

Dirangkum dari channel YouTube INVOICE INDONESIA, Wilson memimpin ekspedisi tahun 1960 selama 6 minggu menuju Ertsberg. Dalam surveinya, Wilson menemukan tidak hanya bijih tembaga tetapi juga emas dan perak melimpah di gunung tersebut.

Dinamika Politik dan Kontrak Pertama

Freeport menaikkan kontrak eksplorasi dengan East Borneo Company tanggal 1 Februari 1960. Namun terjadi eskalasi politik antara Indonesia dan Belanda soal perebutan kekuasaan Irian Barat yang membuat perjanjian kembali mentah.

Halaman Selanjutnya
img_title