Tips Mengenali dan Mengatasi Penyakit Patek pada Cabai agar Panen Maksimal
- Istimewa
Cianjur –Tanaman cabe merupakan komoditas yang banyak dibudidayakan karena nilai jualnya tinggi.
Namun, salah satu ancaman serius yang sering menyerang adalah penyakit patek atau antraknosa.
Jika tidak dikenali sejak dini, penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan besar dan menurunkan hasil panen secara drastis.
Oleh karena itu, penting bagi petani maupun pehobi tanaman untuk mengetahui gejala awal dan cara penanganan yang tepat.
Mengenali dan mencegah penyakit Patek pada cabai
- Istimewa
Yuk, simak tips berikut agar tanaman cabemu tetap sehat dan hasil panen tetap melimpah!
Penyakit patek ini dapat menyebar melalui percikan udara, angin, pestisida, atau bahkan pemetik buah tangan .
Penyakit patek ini juga dapat disebabkan oleh benih yang tidak sehat dan lingkungan pertanian yang terlalu lembab.
Penyakit ini awalnya menyebabkan bercak coklat kehitaman pada buah cabai, yang kemudian menjadi busuk dan mengkerut.
Setelah kering, daun, mengomel, dan berwarna cabang coklat kehitaman.
Penyakit patek memerlukan beberapa penyemprotan fungisida jika terlanjur menyebar.
Akan tetapi, semakin banyak tanaman disemprot fungisida, obat kimia yang menempel pada cabai akan bertambah banyak, dan ini berbahaya bagi orang yang mengonsumsinya.
Pengendalian yang paling aman adalah segera membuang atau membakar cabai hasil petikan yang terserang penyakit patek, untuk mencegah penularan ke tanaman yang tidak terserang patek.
Untuk dapat mencegah penyakit ini, terdapat beberapa cara, diantaranya :
Sebelum disemai, rendam benih cabai (biji) dalam air hangat selama setengah jam, atau dalam larutan fungisida selama 5 jam.
Pilih bibit yang sehat, dan lebih tahan patek, seperti cabai keriting.
Jika menggunakan bibit milik sendiri, jangan yang berasal dari cabai bekas terserang patek.
Atur jarak tanam diatur antara 65x70 cm, agar pertanaman tidak lembab.
Sebab patek mudah tersebar dalam kondisi lembab.
Jaga selalu kebersihan alat pertanian yang digunakan di lahan.
Penularan patek mudah terjadi dari alat pertanian yang digunakan pada lahan yang terserang penyakit ini.
Pilih lokasi lahan pertanaman yang bukan bekas terkena penyakit patek.
Karena jamur penyebab penyakit patek ini dapat bertahan dalam waktu yang lama di sebuah lahan.