Hutan Maut yang Memakan Ribuan Nyawa Migran, Mengapa Ribuan Orang Masih Nekat Lewat?
- Youtube
Cianjur – Siapa sangka jalan raya terpanjang di dunia ternyata terputus di tengah hutan berbahaya. Pan American Highway yang membentang 30.000 kilometer dari Alaska hingga Argentina memiliki celah.
Celah sepanjang 97 kilometer di perbatasan Panama dan Kolombia ini bernama Celah Darin. Meski penuh bahaya maut, ratusan ribu migran tetap memilih jalur migrasi ini setiap tahun.
Dilansir dari Channel Youtube Geografyi, kemiskinan dan konflik politik memaksa mereka mengambil risiko besar. Mereka rela mempertaruhkan nyawa demi mencapai Amerika Serikat.
Medan yang Menantang Maut
Celah Darin bukan hutan biasa yang bisa dilalui dengan mudah. Tanah berlumpur, rawa-rawa dalam, dan pegunungan terjal menjadi rintangan utama.
Perjalanan memakan waktu 4 hingga 10 hari dengan berjalan kaki tanpa istirahat memadai. Para migran harus melewati sungai berarus deras sambil membawa seluruh harta benda.
Kelembaban tinggi dan panas menyengat membuat banyak orang jatuh sakit. Dehidrasi parah sering terjadi karena kurangnya air bersih dan makanan.
Organisasi Kriminal yang Menguasai Jalur
Mustahil melewati Celah Darin tanpa bantuan pemandu atau penyelundup lokal. Sayangnya, seluruh jalur dikuasai kartel yang memungut bayaran mahal.
Para kartel membangun tangga di lereng bukit dan menyediakan wifi untuk menarik migran. Namun pembayaran jutaan rupiah tidak menjamin perjalanan yang aman.
Pemerasan dan penculikan sering terjadi di tengah perjalanan. Para migran dipaksa membayar lebih banyak atau dirampok habis-habisan.
Korban yang Terus Berjatuhan
Setiap tahun otoritas Panama mengevakuasi puluhan mayat di hutan lebat. Banyak migran meninggal karena kondisi ekstrem, serangan binatang buas, atau kekerasan.
UNICEF mencatat sekitar 30.000 anak di bawah 18 tahun menyeberangi celah berbahaya ini. Sebagian tidak pernah sampai ke tujuan dan hilang tanpa jejak.
Doctors Without Borders melaporkan peningkatan kasus kekerasan seksual massal pada akhir 2023. Diperkirakan satu orang mengalami kekerasan seksual setiap 3,5 jam.
Upaya Pembangunan yang Gagal
Sejak 1971 berbagai upaya dilakukan untuk membangun jalan penghubung di Celah Darin. Amerika Serikat sempat memberikan dana bantuan untuk proyek ambisius ini.
Namun proyek terhenti pada 1974 karena protes aktivis lingkungan. Mereka khawatir pembangunan jalan akan merusak ekosistem hutan dan menyebarkan penyakit ternak.