Ternyata Beda! Inilah Perbedaan Rudal, Roket dan Misil yang Jarang Diketahui Orang
- Pinterest.com
Cianjur – Pernah nggak sih kamu dengar istilah rudal, roket, dan misil? Ketiga istilah ini sering banget muncul di berita teknologi militer. Tapi sayangnya, banyak yang masih bingung membedakan ketiganya.
Padahal, perbedaan rudal, roket dan misil sebenarnya cukup jelas lho. Masing-masing punya karakteristik dan fungsi yang berbeda. Yuk kita bahas satu per satu biar nggak bingung lagi.
Sebelum masuk ke pembahasan detail, perlu kamu tahu dulu nih. Antara rudal, roket, dan misil memang saling beririsan. Bisa dibilang mereka punya hubungan yang cukup unik.
Nah, artikel ini bakal ngupas tuntas soal perbedaan ketiganya. Kita akan bahas mulai dari definisi, cara kerja, sampai contoh penggunaannya. Dijamin kamu bakal paham setelah baca sampai habis!
1. Apa Itu Roket dan Cara Kerjanya
Roket adalah mesin atau sistem pendorong yang pakai semburan gas. Gas ini dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang dibawa sendiri sama roketnya.
Bahan bakar roket bisa berupa padat, cair, atau gas. Yang unik, pembakaran di dalam roket nggak butuh udara dari luar. Oksigen didapat dari oksidator yang udah dibawa dari awal.
Makanya roket bisa terbang di luar angkasa yang hampa udara. Beda sama mesin jet pesawat yang butuh oksigen dari udara luar. Ini yang bikin roket spesial banget.
Penggunaan roket tuh luas banget, dari yang main-main sampai serius. Mulai dari kembang api lebaran sampai roket NASA. Semuanya masuk kategori roket.
2. Mengenal Rudal dan Sistem Pengendalinya
Rudal itu sebenernya akronim dari "peluru kendali". Jadi kunci utamanya adalah adanya sistem pengendali pada senjata tersebut.
Sistem kendali pada rudal sangat bervariasi bentuknya. Ada yang dikendalikan operator secara manual saat terbang. Ada juga yang punya kendali otonom pakai sensor dan komputer.
Contoh rudal yang dikendalikan operator adalah rudal anti tank TOW. Operator mengendalikannya lewat kabel kawat tipis yang menjulur saat rudal terbang. Sistem ini masih banyak dipakai hingga sekarang.
Sedangkan rudal otonom contohnya rudal udara ke udara. Sensor pencari panas akan jejak panas dari pesawat musuh. Sistem pengendali otomatis mengarahkan rudal untuk mengejarnya.