5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!
- Pinterest.com
Cianjur – Wilayah laut Asia Tenggara memang luas banget. Makanya, negara-negara di kawasan ini butuh pesawat patroli maritim yang mumpuni buat jaga kedaulatan.
Pesawat patroli maritim ini punya peran vital dalam keamanan nasional. Mereka dilengkapi radar canggih, sensor elektro-optik, dan sistem deteksi yang super modern.
Tidak cuma buat militer aja, pesawat patroli ini juga penting buat ngawasin aktivitas mencurigakan di laut. Asia Tenggara yang didominasi lautan jelas butuh armada pesawat patroli yang kuat.
Penasaran tidak, negara mana aja sih yang punya armada pesawat patroli maritim terbanyak? Kita akan bahas satu per satu dari yang terkecil sampai yang paling banyak!
5. Malaysia dengan 7 Unit Pesawat Patroli
Royal Malaysian Air Force punya armada yang cukup solid. Mereka mengandalkan 3 unit CN-235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia yang udah dikonversi jadi MPA.
Selain itu, ada 2 unit Beechcraft Super King Air yang masih beroperasi sejak tahun 1990-an. Malaysia juga udah pesan 2 unit Leonardo ATR-72 MPA dari Italia yang dijadwalkan tiba akhir 2026.
4. Myanmar dengan 8 Unit Pesawat Patroli
Myanmar Air Force jagain garis pantai yang panjang dari Teluk Benggala sampai Laut Andaman. Andalan utama mereka adalah 3 unit ATR-42 MPA buatan Prancis.
Mereka juga punya 5 unit BN-2 Islander dari Inggris. Pesawat kecil ini bisa landing di landasan pendek, cocok banget buat pulau-pulau terpencil.
3. Singapura dengan 9 Unit Pesawat Patroli
Singapura saat ini operasikan 5 unit Fokker 50 MPA yang udah bertugas sejak 1990-an. Meski udah tua, pesawat ini masih jadi tulang punggung patroli di Selat Malaka.
Kabar baiknya, September 2025 lalu Singapura udah pesan 4 unit Boeing P-8A Poseidon. Ini pesawat generasi baru yang dipake sama Amerika, Inggris, dan Australia.
2. Filipina dengan 12 Unit Pesawat Patroli
Sebagai negara kepulauan dengan 7.000 pulau lebih, Filipina butuh armada yang besar. Navy mereka punya 5 unit Beechcraft King Air C90 hibah dari Jepang.
Ditambah 5 unit BN-2A Islander dari angkatan laut. Angkatan udaranya baru terima 1 unit ATR-72-600 MPA dari Italia tahun 2025, masih ada 1 unit lagi yang belum datang.