Dhaka Kota Paling Lambat di Dunia, Penumpang Terjebak Macet 46 Menit Tiap 2 Jam
- YouTube INVOICE INDONESIA
Cianjur – Dhaka, ibu kota Bangladesh, adalah salah satu kota terpadat di dunia dengan lebih dari 20 juta penduduk.
Kota yang memiliki sejarah panjang sejak abad ke-7 ini kini menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur dan lingkungan.
Dhaka menjadi pusat ekonomi dan budaya Bangladesh yang sangat vital.
Meskipun kaya akan sejarah dan potensi ekonomi, Dhaka menghadapi masalah serius dalam hal transportasi dan pencemaran.
Kota ini bahkan dinobatkan sebagai kota paling lambat di dunia karena kemacetan lalu lintas yang parah. Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas hidup penduduk.
Sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, Dhaka membutuhkan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai masalah perkotaan.
Mari kita telusuri lebih dalam tentang kondisi dan tantangan yang dihadapi kota bersejarah ini.
Sejarah Panjang yang Gemilang
Dhaka memiliki sejarah yang bermula dari abad ke-7 Masehi sebagai pusat perdagangan. Pada abad ke-17, kota ini berkembang pesat di bawah pemerintahan Mughal.
Bangunan bersejarah seperti Kubu Lalbagh dan Masjid Tara masih berdiri kokoh. Warisan arsitektur ini menjadi saksi bisu kejayaan Dhaka di masa lampau.
Sungai Buriganga yang Tercemar
Sungai Buriganga yang mengalir di sebelah timur Dhaka adalah salah satu sungai paling tercemar di dunia. Setiap hari, kota ini membuang sekitar 4.500 ton sampah padat ke sungai.
Pencemaran air yang serius ini mengancam kehidupan ekosistem sungai dan kesehatan penduduk. Kondisi sungai yang dulu jernih kini berubah menjadi tempat pembuangan limbah.
Pusat Ekonomi yang Vital
Dhaka adalah pusat ekonomi Bangladesh dengan industri utama tekstil dan teknologi informasi.
Kawasan bisnis seperti Motijheel dan Gulshan menjadi jantung aktivitas perdagangan.
Industri garmen yang berkembang pesat menjadikan Dhaka sebagai salah satu produsen tekstil terbesar.
Pertumbuhan ekonomi yang pesat ini menarik banyak penduduk dari daerah lain.
Kemacetan Lalu Lintas Terparah
Dhaka dinobatkan sebagai kota paling lambat di dunia karena kemacetan lalu lintas yang parah.
Penumpang terjebak dalam kemacetan selama 46 menit setiap dua jam perjalanan.
Kondisi ini tentu sangat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup penduduk.