Kitab Henokh Dianggap Berbahaya Hingga Dibakar Gereja, Ternyata Isinya Kontroversial!
- Youtube
Cianjur – Ada sebuah kitab kuno yang begitu kontroversial hingga diperintahkan untuk dibakar oleh gereja.
Dilansir dari Channel Youtube Makna Masa, Kitab Henokh yang diyakini ditulis oleh kakek buyut Nabi Nuh, menyimpan kisah-kisah yang sangat berbeda dari ajaran agama pada umumnya.
Kitab ini mengungkap misteri peradaban kuno yang hilang dengan ilmu pengetahuan dari langit. Namun isinya dianggap begitu berbahaya hingga otoritas gereja melarangnya beredar.
Kisah Malaikat yang Turun ke Bumi
Bagian paling kontroversial dari kitab ini adalah kisah malaikat yang turun dari surga. Para malaikat pengawas atau "The Watcher" tertarik dengan kehidupan di bumi setelah melihat banyak wanita cantik.
Mereka memutuskan untuk turun ke dunia dan menjalin hubungan dengan manusia. Hasil dari hubungan ini melahirkan ras manusia raksasa yang disebut Nefilim yang berperilaku buruk dan merusak bumi.
Ilmu Pengetahuan dari Malaikat
Selain melampiaskan nafsu, para malaikat juga mengajarkan berbagai ilmu kepada manusia. Azazil mengajarkan seni perang dan pembuatan senjata serta cara menghiasi tubuh untuk wanita.
Malaikat lain mengajarkan ilmu sihir, cara melepaskan diri dari sihir, astrologi, dan astronomi. Ilmu-ilmu ini membuat peradaban kuno berkembang pesat namun juga menimbulkan kerusakan.
Dilarang oleh Gereja
Sejak Konsili Laodikia tahun 363 Masehi, kitab Henokh dikeluarkan dari kanon Alkitab Kristen. Otoritas gereja Roma bahkan menyatakan kitab ini sebagai bidat sesat dan memerintahkan untuk membakarnya.
Alasan utama penolakan adalah ajaran tentang malaikat yang memberontak dan berhubungan dengan manusia. Ini bertentangan dengan ajaran resmi gereja tentang kesucian malaikat.
Pandangan Islam tentang Kitab Henokh
Dalam sudut pandang Islam, beberapa bagian kitab Henokh bertentangan dengan Al-Quran dan hadis. Islam mengajarkan bahwa malaikat adalah makhluk yang selalu taat dan tidak pernah mendurhakai Allah.
Henokh dalam Islam dikenal sebagai Nabi Idris yang dipercaya sebagai penemu teknologi awal. Namun para ulama meragukan bahwa Nabi Idris yang menulis kitab kontroversial ini.