Fakta dan Sejarah Perburuan Penyihir di Eropa yang Bikin Merinding!
- Youtube.com
Cianjur – Perburuan penyihir di Eropa adalah kisah kelam yang masih bikin merinding. Banyak orang jadi korban hanya karena rumor dan mitos.
Fakta sejarah ini menunjukkan sisi gelap zaman kegelapan di Eropa. Ketika logika dan sains belum banyak dipahami.
Bukan cuma di desa terpencil, kota besar pun ikut melakukan perburuan penyihir. Bahkan ada yang dicatat detail dalam dokumen sejarah.
Perburuan ini tidak hanya menargetkan perempuan. Tapi mayoritas korban memang perempuan yang dianggap punya kekuatan gaib.
1. Kasus Frameles Tempered dan Suzanna Edward
Tahun 1632, tiga wanita ini dieksekusi karena tuduhan sihir. Meski pengadilan Inggris mulai memulihkan keadilan di 1660, mereka tetap jadi korban.
Rumor negatif terlalu kuat untuk dilawan. Tidak ada bukti nyata, tapi hukuman mati tetap dijalankan.
2. Persidangan Penyihir Inggris 1792
Banyak korban dituduh hanya karena jarang bergaul. Ketidaksukaan warga bisa berujung pada tiang gantungan.
Ahli sejarah menyayangkan tragedi ini. Apalagi tanpa bukti jelas, semua hanya berdasarkan asumsi.
3. Tradisi Anti Penyihir di Ceko
Ceko bahkan punya perayaan 30 April untuk mengenang eksekusi penyihir. Tradisi ini turun-temurun sampai kini di beberapa komunitas.
Pada abad 15–17, ratusan orang dihukum mati di Moravia Utara. Bahkan tabib pun jadi korban.
4. Perburuan Penyihir di Prancis
Sejak abad 14, Prancis aktif mengeksekusi penyihir. Kebencian ideologi dan rumor mistis jadi alasan utama.
Catatan sejarahnya masih bisa dilacak hingga kini. Banyak orang kemudian menyesali tindakan barbar tersebut.
5. Ratusan Ribu Korban di Eropa
Penelitian 1980 mencatat 200.000–500.000 eksekusi dari abad 14–17. Sekitar 85% korban adalah perempuan.
Kemiskinan dan tekanan psikologis membuat masyarakat mencari pelampiasan. Sayangnya, yang jadi sasaran adalah mereka yang dianggap penyihir.
Sejarah perburuan penyihir di Eropa adalah pelajaran berharga. Ketika logika kalah oleh mitos, tragedi pun terjadi.