Kisah Mengharukan Keluarga Rusia Beri Nama Anak Soekarno Hingga 4 Generasi, Gara-gara Sholat Saat Sidang
- Youtube
Cianjur – Siapa sangka nama Presiden pertama Indonesia masih bergema di tanah Rusia hingga kini. Bahkan ada keluarga yang memberikan nama Soekarno kepada anak-anaknya hingga empat generasi.
Kisah ini berawal dari keberanian Bung Karno yang menunjukkan identitas Muslim di hadapan pemimpin komunis.
Dilansir dari Channel Makna Masa, saat menghadiri sidang Partai Komunis Uni Soviet pada Juni 1961, Soekarno meminta izin untuk shalat Zuhur.
Momen Bersejarah di Sidang Komunis
Warga Dagestan yang hadir dalam sidang tersebut, Musa Gashimovic, terpana melihat keberanian Presiden Indonesia. Pada era Soviet, kegiatan beragama sangat dilarang dan hanya bisa dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Soekarno dengan berani meminta izin kepada Sekjen Partai Komunis Nikita Khrushchev untuk menunaikan shalat.
Musa kemudian mencari tahu lebih dalam tentang sosok pemimpin yang berani menunjukkan jati dirinya. Dia mempelajari perjuangan Soekarno dalam memimpin bangsa Indonesia lepas dari penjajahan.
Kekagumannya semakin bertambah ketika mengetahui Soekarno memimpin negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Namun tetap dihormati di negara komunis yang melarang praktik keagamaan.
Tradisi Penamaan
Atas rasa kagumnya yang mendalam, Musa memberikan nama anaknya Soekarno Musafir yang lahir tahun 1962. Tradisi pemberian nama ini tidak berhenti sampai di sana saja.
Generasi berikutnya turut melanjutkan tradisi ini hingga cucu dan cicit Musa. Soekarno Kamil dan Soekarno Magumov adalah dua saudara sepupu yang merupakan cicit dari Musa Gashimovic.
Soekarno Membuka Kembali Masjid yang Ditutup
Selain di Dagestan, nama Soekarno juga dikenal di berbagai kota Rusia yang pernah dikunjunginya. Di Saint Petersburg, Soekarno berhasil membuka kembali Masjid Agung yang sudah ditutup pemerintah Soviet.
Bung Karno meminta agar masjid yang beralih fungsi menjadi gudang itu dikembalikan fungsinya. Berkat diplomasinya, 10 hari kemudian masjid tersebut bisa digunakan kembali untuk beribadah.
Hingga kini, banyak Muslim setempat menyebut tempat ibadah itu sebagai Masjid Soekarno meski tidak ada perubahan resmi.