Menakjubkan! Ternyata Ada Negara di Amerika yang 13 Persen Penduduknya Orang Jawa Asli

Orang Jawa di Suriname
Sumber :
  • Museum Volkenkunde

Cianjur – Pernahkah kamu mendengar tentang Suriname, negara kecil di Amerika Selatan yang ternyata memiliki populasi Jawa terbesar di luar Indonesia?

img_title Type 61 Tank Legendaris Jepang dengan Desain Kompak untuk Pecinta Sejarah Kendaraan Tempur Modern

Fakta ini cukup mengejutkan mengingat jarak Suriname dari Jawa mencapai 18.000 kilometer.

Sejarah kedatangan orang Jawa ke negara ini memiliki latar belakang yang menarik dan kompleks.

img_title Kisah 4 Jenderal Terbaik yang Mengubah Jalannya Sejarah Perang Dunia 2

Saat ini, 13% penduduk Suriname adalah keturunan orang Jawa yang masih mempertahankan tradisi dan budaya mereka.

Mereka bahkan memiliki peran penting dalam politik dan pemerintahan negara tersebut.

img_title Belum Terpecahkan Hingga Kini, Inilah 10 Teknologi Kuno Paling Misterius dalam Sejarah

Sejarah Awal Suriname

Kedatangan Penjelajah Eropa

Pada abad ke-16, penjelajah Eropa mulai datang ke Amerika dan menemukan wilayah yang kini dikenal sebagai Suriname.

Mereka mulai membangun perkebunan pada tahun 1650 untuk mengembangkan ekonomi kolonial.

Kedatangan orang Eropa menyebabkan penduduk lokal suku Arawak terusir dari tanah mereka.

Hal ini menciptakan kekosongan tenaga kerja yang kemudian diisi oleh budak dari Afrika.

Masa Perbudakan

Karena kekurangan tenaga kerja, Inggris mendatangkan sekitar 3.000 budak pertama dari Afrika.

Pada tahun 1667, Suriname resmi menjadi koloni Belanda setelah perjanjian damai antara Inggris dan Belanda.

Belanda kemudian memperluas lahan pertanian untuk menanam komoditas seperti tebu, kapas, kakao, dan kopi.

Hasil perkebunan ini sangat menguntungkan bagi ekonomi kolonial Belanda.

Kedatangan Orang Jawa

Penghapusan Perbudakan

Setelah perbudakan dihapuskan pada tahun 1863, Belanda menghadapi krisis tenaga kerja.

Mereka mencari solusi dengan mendatangkan pekerja dari negara-negara jajahan mereka, termasuk dari Jawa.

Belanda menggunakan berbagai tipu muslihat untuk merekrut pekerja dari Jawa.

Mereka menawarkan gaji yang lebih tinggi dan fasilitas yang menarik untuk memikat calon pekerja.

Gelombang Migrasi

Gelombang pertama pekerja dari Jawa berangkat pada 21 Mei 1890 dengan penuh harapan.

Totalnya ada 32.965 orang Jawa yang dibawa ke Suriname hingga tahun 1939 dalam berbagai gelombang.

Perjalanan panjang melintasi samudra menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi para pekerja Jawa.

Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda dari tanah kelahiran mereka.

Kehidupan Orang Jawa di Suriname

Peran dalam Politik

Setelah kemerdekaan Suriname pada tahun 1975, orang-orang Jawa mulai membentuk ikatan politik yang kuat.

Halaman Selanjutnya
img_title