Kota Rahat Jadi Satu-satunya Daerah Muslim yang Dilindungi Israel, Begini Faktanya!
- Youtube
Cianjur – Ternyata ada kota berpenduduk Islam di tengah-tengah negara Yahudi. Kota Rahat memang menjadi fenomena unik yang menarik di Israel.
Berdasarkan informasi yang diringkas langsung dari channel YouTube Invoice Indonesia, Kota Rahat menunjukkan bahwa Komunitas Badui bisa hidup harmonis di negara Yahudi.
Rahat dikenal sebagai kota Muslim terbesar di Israel yang terletak di Gurun Negev. Lebih dari 90% penduduknya adalah Islam, masjid disini juga mudah ditemukan di seluruh kota.
Meski berada di bawah hukum sekuler Israel, Komunitas Badui di Rahat tetap mempertahankan tradisi islam. Perayaan Idul Fitri dan Idul Adha dilakukan secara luas dan meriah.
Sejarah Pendirian Kota Rahat
Rahat didirikan pada tahun 1972 sebagai bagian dari kebijakan pemerintah Israel. Tujuannya untuk menetap permanen komunitas Badui yang sebelumnya nomaden di Gurun Negev.
Anggota Komunitas Badui dari berbagai klan dipindahkan ke Rahat, baik secara sukarela maupun melalui kebijakan relokasi. Pada 1994, Rahat resmi memperoleh status kota dengan administrasi sendiri.
Karakteristik Geografis dan Demografi
Rahat terletak di Gurun Negev dengan tanah yang kurang subur untuk pertanian. Sebagian besar penduduk tidak bergantung pada sektor pertanian tradisional.
Pasokan air Rahat sangat bergantung pada sistem distribusi nasional Israel. Kota ini telah mengalami urbanisasi pesat dengan pembangunan rumah permanen dan berbagai fasilitas modern.
Kehidupan Beragama di Tengah Negara Yahudi
Pendidikan agama menjadi bagian penting dalam kurikulum sekolah-sekolah di Rahat. Anak-anak diajarkan tentang Al-Qur'an dan ajaran Islam sejak usia dini.
Menariknya, tidak ada tempat hiburan seperti bar dan klub malam di kota ini. Hal ini mencerminkan identitas religius yang kuat dari komunitas Muslim Rahat.
Modernisasi dan Kekayaan Sejarah
Pembukaan stasiun kereta api Lehavim-Rahat pada Juni 2007 memudahkan penduduk untuk bekerja dan belajar. Rahat juga dikenal sebagai pusat wisata kuliner otentik yang menarik.
Sebagai kota Badui terbesar, Rahat menjadi contoh adaptasi komunitas Badui terhadap kehidupan modern. Mereka berhasil mempertahankan identitas budaya tanpa meninggalkan tradisi.
Yang paling membanggakan, pada 2019 arkeolog menemukan salah satu masjid tertua di dunia di Rahat. Masjid berusia sekitar 1.200 tahun ini menunjukkan Islam telah lama hadir di wilayah tersebut.