Cara Budidaya Anggur Laut di Lahan Terbatas, Laku di Pasar Global dan Lokal
- Istimewa
Cianjur –Anggur laut atau Caulerpa kini semakin diminati sebagai superfood karena kandungan gizinya yang tinggi dan manfaat kesehatannya.
Permintaan pasar, baik lokal maupun internasional, terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, budidaya anggur laut menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Namun, kualitas hasil panen sangat menentukan daya saing di pasaran.
Cara Budidaya anggur laut di lahan terbatas
- Istimewa
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara budidaya anggur laut yang tepat agar hasilnya bermutu tinggi dan siap bersaing di pasar global maupun lokal.
Budidaya tetap bisa dilakukan meski kondisi lahan terbatas.
Caranya dengan memanfaatkan bak yang berisi 5 wadah penempelan (algae mat) dengan rangka pipa berukuran 1 m : 0.5 m sebagai tempat untuk menempel anggur laut.
Setelah itu, bibit anggur laut diserap secara merata di setiap wadah penempelan.
Budidaya yang memanfaatkan bak adalah budidaya semiindoor.
Setiap bak dapat diisi sebanyak 16?18 kg bibit anggur laut. Ketinggian air pada satu bulan pertama sekitar 50 cm.
Selanjutnya. ketinggian air ditambah secara berkala mengikuti pertumbuhan anggur.
Setiap dua hari sekali anggur diberikan pupuk yang terbuat dari pakan udang dan pupuk kalsium ammonium nitrat.
Di setiap bak mendapatkan asupan pupuk sebanyak 5 ppm.
Apabila pertumbuhan bagus. tinggi ramuli atau cabang dari stolon anggur laut dapat mencapai 7cm dalam sebulan.
Proses pemeliharaan anggur laut lazimnya berlangsung selama 1.5 bulan pascatanam.
Panen ditandai dengan ukuran anggur laut yang sudah besar lebih dari 7 cm dan sudah dipelihara selama 1.5?2 bulan.
Panen dapat dilakukan dengan cara mengangkat algae mat, dan mengambil semua anggur laut.
Selanjutnya, anggur laut disortir berdasarkan ukuran. ada yang panjang (lebih dari 8 cm). pendek (5?7cm). dan bibit.
Sortir berfungsi untuk mendapatkan anggur laut yang panjang.
Untuk anggur laut yang pendek dan bibit. akan ditanam lagi sebagai bibit.
Selama pemeliharaan, pembudidaya perlu membersihkan bak setiap hari untuk menghilangkan kotoran dan gulma.
Air laut yang digunakan untuk mengisi bak-bak harus dialiri melalui serangkaian filter dan sinar ultraviolet agar bebas dari bahan pencemar.