Mau Bisnis Lele? Ikuti Cara Budidaya Lele Sehat dan Anti Penyakit Ini!
- Istimewa
Cianjur –Budidaya lele masih menjadi salah satu peluang bisnis menjanjikan di sektor perikanan.
Namun, tantangan terbesar dalam usaha ini adalah menjaga kesehatan ikan agar tumbuh optimal dan bebas dari penyakit.
Jika tidak dikelola dengan benar, lele rentan terkena infeksi yang bisa menurunkan kualitas dan hasil panen.
Kabar baiknya, ada cara budidaya yang tepat untuk menjaga lele tetap sehat sejak awal. Mau tahu rahasianya?
Tips Budidaya lele anti penyakit
- Istimewa
Yuk, simak panduan budidaya lele sehat dan anti penyakit berikut ini!
Berikut ini beberapa kiat budidaya lele agar ikan jadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
SANITASI KOLAM
Kolam budidaya yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu dengan cara dikeringkan, dijemur, dan diberikan kapur tohor atau kapur pertanian sebanyak 500 gram/m2.
Kapur harus ditebar secara merata pada dasar kolam dan sekeliling pematang kolam.
Selain kapur tohor, Anda juga bisa menggunakan methyline blue, dengan dosis penggunaan sebesar 20 ppm dan dibiarkan selama kurang lebih dua jam.
Setelah itu, kolam diisi air baru dan siap ditebari ikan ketika kondisi air sudah normal.
SANITASI PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
Peralatan dan perlengkapan kolam harus dalam kondisi baik dan bersih.
Anda perlu merendam seluruh peralatan yang akan digunakan dengan larutan PK atau larutan kaporit selama 30:60 menit.
PERKETAT BIOSEKURITI
Orang yang datang dari luar tempat budidaya pun sebaiknya tidak sembarangan memegang dan mencelupkan tubuhnya ke kolam sebelum dilakukan penyucihamaan.
GUNAKAN BENIH YANG SEHAT
Benih lele yang digunakan harus berkualitas dan sehat.
Jika benih yang digunakan menunjukkan tanda-tanda kelainan atau sakit.
Anda harus segera mengambil tindakan untuk mengeluarkannya dari kolam dan mengarantina ikan tersebut.
Benih lele yang akan ditebar harus dilakukan penyucihamaan terlebih dahulu agar hama yang berada di dalam wadah penampungan tidak ikut masuk ke kolam pembesaran.
Benih juga dapat direndam dahulu dalam cairan obat-obatan alami seperti ekstrak cairan sambiloto 25 ppm, ekstrak cairan rimpang kunyit 15 ppm,.ataupun cairan daun dewa 25 ppm.
Perendaman dapat berlangsung selama 30?60 menit.