Rahasia Sukses Budidaya Bawang Prei Secara Organik dan Hemat Lahan
- Istimewa
Cianjur – Bawang prei atau daun bawang bombay dikenal sebagai bahan dapur yang kaya rasa dan manfaat.
Menariknya, tanaman ini bisa dibudidayakan secara organik bahkan di lahan yang sempit sekalipun.
Dengan teknik sederhana dan perawatan ramah lingkungan, Anda bisa menikmati hasil panen bawang prei yang segar dan sehat dari pekarangan rumah sendiri.
Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak rahasia sukses budidaya bawang prei secara organik dan hemat lahan berikut ini:
Rahasia sukses budidaya bawang prei
- Istimewa
Media tanam
Media tanam yang cocok untuk menanam bawang prei adalah arang sekam yang dapat membuat tanaman mengikat udara lebih banyak di musim kemarau.
Prei membutuhkan tanah yang subur dan kaya bahan organik sehingga media tanam perlu ditambahkan pupuk kandang.
Pupuk kandang dan arang sekam ditambahkan saat awal penanaman dengan batalion arang sekam dan dua per tiga pupuk kandang.
Bibit ditanam dengan jarak tanam 25 cm : 25 cm sehingga total populasi mencapai 16.000 tanaman per hektare.
Proses budidaya bawang prei mirip seperti tebu karena karakter daun yang vertikal sehingga jarak tanam tidak perlu lebar sehingga kemungkinan jarak tanam 15 cm:15 cm juga bisa digunakan.
Perawatan
Menurut beberapa petani. budidaya bawang prei tergolong lebih mudah dibandingkan jenis bawang daun umumnya.
Media tanam diberikan pupuk NPK berimbang setiap dua pekan sekali.
Pupuk diberikan hingga batang tanaman tumbuh setinggi 20 cm.
Selanjutnya tanaman hanya perlu diberikan pupuk daun.
Tanaman ini membutuhkan intensitas penyalinan yang lama.
Panen
Tanaman sudah bisa dipanen setelah berumur 6 bulan sejak semai.
Produktivitasnya bisa mencapai 4 ton per hektare.
Harga jual bawang daun ini cenderung lebih tinggi dari harga bawang daun sehingga komoditas pertanian ini tergolong memiliki prospek yang bagus.
Aroma bawang prei cenderung lebih kuat 10 kali lipat daripada bawang daun.
Biasanya bawang prei digunakan untuk campuran bahan makanan seperti telur dadar, sup, dan pasta.
Dengan menerapkan metode budidaya yang organik dan efisien, Anda tidak hanya dapat memanfaatkan lahan sempit secara maksimal, tetapi juga menghasilkan bawang prei yang sehat dan bebas bahan kimia.