Ini Caranya! Budidaya Jamur Enoki Dijamin Sukses
- Istimewa
Cianjur –Jamur Enoki adalah salah satu jenis jamur yang banyak digemari orang.
Jamur ini dijadikan bahan berbagai olahan masakan. Rasanya yang lezat menggugah selera.
Nah, jamur Enoki ini cocok dijadikan peluang usaha budidaya yang menguntungkan.
Prosesnya yang lumayan mudah membuat petani jamur banyak melakukan budidaya ini.
Budidaya jamur enoki
- Istimewa
Berikut, proses yang akan kamu lalui untuk budidaya jamur Enoki dijamin sukses. Simak uraian berikut!
1. Mempersiapkan alat dan bahan
Pertama-tama, persiapkan alat dan bahan. Yang perlu dipersiapkan gak tergolong terlalu sulit, tapi kamu harus memastikan alat dan bahannya bersih serta steril.
Lantas, apa saja alat dan bahan untuk budidaya jamur enoki? Berikut di antaranya:
Kumbung jamur (ruang pertumbuhan jamur)
Ruang tanam dengan kondisi steril Rak atau tempat untuk meletakkan bibit jamur
Media tanam jamur, berupa bekatul, kapur dolomit, serbuk gergaji, pupuk urea, dan jerami Bibit F2 jamur enoki
Botol kaca yang tahan panas Alat untuk sterilisasi
Pinset
Lampu spiritus
Kertas pH
Alkohol 70 persen
2. Membuat media tanam
Pembuatan media tanam jamur enoki gak jauh berbeda dengan jenis lainnya. Namun, kamu harus mengetahui kondisi lingkungan yang dapat menyokong pertumbuhan si Flammulina velutipes ini. Adapun syarat tumbuh jamur enoki adalah
Ruangan bersuhu 15 derajat Celsius,
Kelembapan media tanam 70 persen,
PH media tanam normal (6,5), dan Sirkulasi udara dalam ruang tanam yang baik.
Setelah mengetahui syarat tumbuhnya, langsung buat media tanamnya, yuk!
1. Potong jerami menjadi bagian-bagian kecil.
Lalu, rendam dalam air bersih selama 3–4 hari.
2. Campurkan 50 kg jerami, 50 kg serbuk gergaji, 10 kg bekatul, 4 kg kapur dolomit, dan 2 kg pupuk urea sampai rata dan kelembapannya mencapai 70–80 persen.
3. Untuk mengecek tingkat kelembapannya, kepal campuran bahan-bahan tadi dengan tangan. Kalau membentuk bola dan menggumpal sempurna, maka kelembapannya sudah pas.
4. Selanjutnya, ukur tingkat keasaman media tanam dengan kertas pH.
5. Kalau pH-nya di bawah 6,5, tambahkan kapur dolomit. Sebaliknya, kalau di atas 6,5, maka tambahkan bekatul.
6. Setelah pH-nya sesuai, masukkan media tanam ke dalam botol kaca sampai padat.