Orang Pintar Kok Nggak Kaya, Ternyata Mereka Sadar Ngejar Duit Ekstrem Nggak Worth It dengan Pengorbanan Besar!
- Youtube
Cianjur – Bayangin ada seseorang yang juara kelas dari SD sampai kuliah dengan IPK 4 dapat beasiswa dan kerja di perusahaan bergengsi dengan jabatan keren.
Tapi anehnya hidupnya gitu-gitu aja dengan gaji gede namun pengeluaran juga gede untuk cicilan rumah 20 tahun dan mobil 5 tahun yang kelihatan sukses tapi nggak bahagia.
Di sisi lain ada orang yang di sekolah biasa-biasa aja bahkan sering dibilang bodoh namun sekarang punya bisnis di mana-mana dengan aset banyak.
Yang paling penting dia punya banyak waktu luang untuk menikmati hidup dengan cara yang dia mau tanpa terikat sistem korporat yang kaku.
Selama ini kita diajarin kalau pintar adalah kunci sukses dan jadi kaya namun nyatanya nggak semua orang pintar bisa jadi kaya lewat jalur konvensional.
Dirangkum dari channel YouTube Satu Persen - Indonesian Life School, cara paling umum jadi kaya adalah kerja di perusahaan korporat yang kasih gaji gede jadi VP atau head level dengan gaji ratusan juta dapat bonus dan saham.
Masalahnya orang super pintar justru susah banget dapat gaji segitu karena mereka nggak bisa atau lebih tepatnya nggak mau manjat tangga jabatan korporat yang penuh politik.
Buat sukses di dunia korporat kamu butuh mental iya-iya aja jadi yes man yang harus matiin pikiran sendiri dan setuju aja sama apa yang dikatakan perusahaan.
Politik Korporat dan Happiness Asymptote
Promosi di korporat basisnya sering bukan dari kinerja atau produktivitas melainkan dari politik dengan harus jago main cantik dan membangun relasi sama manajer.
Buat orang super pintar dengan IQ tinggi ini susah banget karena mereka bisa lihat dengan jelas semua kebohongan dan kemunafikan dalam sistem yang sangat nggak efisien buat mereka.
Alasan kedua lebih dalam lagi yaitu orang pintar nggak kaya karena mereka sadar kalau jadi super kaya itu nggak seworth itu dengan pengorbanan yang harus dibayar.
Mereka punya foresight atau pandangan ke masa depan yang bisa menghitung jalur hidup kalau kerja keras di pekerjaan dengan kerja 60 jam seminggu selama 20 tahun.