Mengenal Yellowstone, Gunung Berapi Super yang Bisa Sebabkan Musim Dingin Global
Cianjur – Tahukah kamu bahwa di Amerika Serikat tersimpan bom waktu alam yang sangat berbahaya? Kaldera Yellowstone atau gunung berapi super ini bisa mengubah nasib dunia.
Para ilmuwan terus memantau aktivitas Yellowstone dengan sangat ketat. Pasalnya, gunung berapi ini memiliki kekuatan dahsyat yang bisa mempengaruhi seluruh planet.
Sejarah mencatat bahwa Yellowstone sudah pernah meletus tiga kali dalam jutaan tahun terakhir. Letusan terakhir terjadi sekitar 640.000 tahun yang lalu dengan dampak global.
Yellowstone terletak di bawah Taman Nasional yang membentang di Wyoming, Idaho, dan Montana. Letusan pertama terjadi 2,1 juta tahun lalu dengan skala yang luar biasa.
Letusan-letusan Yellowstone jauh lebih dahsyat dibanding Gunung St. Helens tahun 1980. Energi yang dilepaskan bisa mencapai 875.000 megaton.
Aktivitas Terkini yang Mengkhawatirkan
Permukaan tanah di atas Yellowstone mengalami perubahan yang signifikan. Antara 2004-2009, permukaan naik sekitar 25 cm sebelum mulai menurun pada 2010.
Aktivitas seismik meningkat dalam sepuluh tahun terakhir dengan 1.000-3.000 gempa per tahun. Meski umumnya bermagnitudo kecil, ini menunjukkan pergerakan magma di bawah permukaan.
Dampak Global yang Mengerikan
Jika Yellowstone meletus, aliran piroklastik mematikan akan menyebar ke berbagai arah. Abu dan gas akan naik ke atmosfer dan mengganggu penerbangan global.
Yang paling menakutkan adalah kemungkinan terjadinya "musim dingin nuklir". Suhu global bisa turun drastis dan menyebabkan gagal panen massal.
Kelaparan di seluruh dunia menjadi ancaman nyata akibat hancurnya sistem pasokan makanan. Peradaban manusia bisa mengalami kemunduran yang sangat parah.
Prediksi Para Ahli
Para ilmuwan seperti Jacob Lowenstern dari Observatorium Gunung Berapi Yellowstone memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, Yellowstone mungkin sudah terlalu tua untuk meletus lagi.
Namun ketidakpastian tetap ada karena Yellowstone bisa saja sedang "tertidur" sementara. Kemungkinan letusan besar memang rendah, tapi tidak bisa diabaikan begitu saja.