AS Jepang Latihan Bersama Iron Fist dan Orient Shield, Pesawat ShinMaywa US-2 dan V-22 Osprey Perkuat Aliansi Militer!
- Youtube
Cianjur – Amerika Serikat dan Jepang membentuk aliansi kuat setelah Perang Dunia II yang sangat dahsyat dengan membentuk pengaruh di seluruh Asia Timur hingga saat ini.
AS mengoperasikan beberapa pangkalan permanen di Jepang dan terlibat dalam banyak latihan bersama serta latihan gabungan untuk meningkatkan kemampuan tempur dan interoperabilitas antara kedua pasukan.
Selama latihan Iron Fist, pasukan AS dan Jepang melakukan operasi kontingensi amfibi dan berbasis darat dengan salah satu demonstrasi paling menonjol melibatkan fast roping dari helikopter CH-53E Stallion.
Pasukan dari kedua negara mengenakan sarung tangan dan meluncur menuruni tali tebal yang diturunkan dari helikopter dengan metode penting memungkinkan pasukan dikerahkan di area di mana helikopter tidak dapat mendarat.
Dirangkum dari channel YouTube Fluctus, kolaborasi khas antara pasukan Jepang dan AS berlangsung untuk mempersiapkan Orient Shield sebagai latihan bilateral dirancang meningkatkan kesiapan tempur.
Hampir 750 tentara dari militer AS dan 600 tentara dari pasukan Jepang berpartisipasi dalam latihan ini dengan 15 Stryker bersama peralatan pendukung diposisikan di dermaga Yokohama North Dock Angkatan Darat AS Jepang.
ShinMaywa US-2 sangat cocok untuk pengawasan maritim yang menjelaskan mengapa sejak debutnya Jepang tetap menjadi operator utama pesawat ini hingga saat ini.
Hingga saat ini hanya delapan pesawat ini telah diproduksi sejak pengenalan Maret 2007 namun ini bisa berubah segera karena minat dari Amerika Serikat dan beberapa negara lain tertarik membeli.
Pesawat Amfibi STOL 350 Mph
Pesawat amfibi luar biasa ini secara khusus direkayasa sebagai pesawat short takeoff and landing atau STOL memungkinkan beroperasi dari hampir lokasi mana pun termasuk landasan pacu dan danau.
ShinMaywa US-2 berukuran sekitar 110 kaki panjang dengan rentang sayap sekitar 108 kaki dapat membawa hingga 20 penumpang dan memiliki berat lepas landas maksimum sekitar 47.000 kilogram.
Empat mesin Rolls-Royce AE2100 yang tangguh menghasilkan lebih 4.500 tenaga kuda memungkinkan pesawat mencapai kecepatan hingga 350 mil per jam sangat cepat untuk pesawat amfibi.
ShinMaywa US-2 juga dapat beroperasi pada kecepatan lambat mendekati 56 mil per jam sebelum stall yang merupakan fitur penting untuk peran utamanya yaitu penyelamatan udara-ke-laut.