XF-108 Rapier Mach 3 Dibatalkan 1959, Rudal Nuklir Penghancur Pembom Soviet!

XF-108 Rapier
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Pada 15 Februari 1954, Aviation Week mengungkap bahwa Uni Soviet punya pembom jet yang mampu menyerang Amerika Serikat dengan hulu ledak nuklir tanpa pengisian bahan bakar.

img_title Jet Intai SR-71 Blackbird Legendaris Amerika Serikat yang Mampu Terbang Lebih Cepat dari Rudal Musuh

Ketika 28 Myasishchev M-4 menggelegar di atas Moskow 5 minggu kemudian, kepanikan pun merebak karena USSR bisa punya lebih dari 800 pembom pada tahun 1960.

Amerika Serikat hanya punya interceptor yang едва bisa menembus Mach 1 dan sudah usang sebelum terbang.

img_title Iran Jatuhkan Tujuh Drone Israel Senilai Miliaran Dolar, Termasuk Heron TP!

Satu-satunya jawaban adalah membangun super interceptor Mach 3 yang bisa mengejar pembom hingga tengah Atlantik dengan rudal berhulu ledak nuklir.

North American Aviation Dapat Kontrak Langsung 1957

img_title AS Jepang Latihan Bersama Iron Fist dan Orient Shield, Pesawat ShinMaywa US-2 dan V-22 Osprey Perkuat Aliansi Militer!

Dirangkum dari channel YouTube Dark Skies, pada Juni 1957 Angkatan Udara AS memberikan kontrak langsung kepada North American Aviation tanpa kompetisi.

Keputusan ini membuat marah banyak produsen pesawat, tetapi NAA punya rekam jejak membangun F-86 Sabre dan program X-15 yang memecahkan rekor.

XF-108 Rapier dirancang dengan spesifikasi gila yaitu terbang berkelanjutan di Mach 3 sekitar 2.000 mph pada ketinggian di atas 75.000 kaki.

Pesawat ini harus bisa patroli selama satu jam penuh di kecepatan dan ketinggian ekstrem untuk mencegat formasi pembom Soviet dari jarak jauh.

Rudal GAR-9 Super Falcon Berkecepatan Mach 6

Senjata utama XF-108 adalah tiga rudal GAR-9 Super Falcon sepanjang 12,5 kaki dengan motor roket bahan bakar cair yang bisa mencapai Mach 6.

Rudal ini dirancang dengan hulu ledak 100 pon bahan peledak tinggi atau lebih mengerikan lagi hulu ledak nuklir 0,25 kiloton untuk menghancurkan formasi pembom.

Radar pulse doppler AN/ASG-18 buatan Hughes Aircraft adalah yang pertama dipasang di jet tempur dengan kemampuan melacak dan memindai secara bersamaan.

Radar ini bisa melihat ke bawah dan membedakan target terbang rendah dari pantulan tanah sambil memandu beberapa rudal sekaligus dalam sektor langit 100.000 mil persegi.

Dibatalkan September 1959 Sebelum Prototipe Dibangun

Pada Januari 1959, mockup kayu skala penuh XF-108 sepanjang hampir 90 kaki diperiksa oleh 70 perwira Angkatan Udara di fasilitas Los Angeles.

Program ini mencapai puncak kepercayaan dengan nama resmi Rapier diberikan Mei 1959, tetapi perdebatan sengit di Washington tentang masa depan rudal balistik antarbenua mulai mengancam.

Halaman Selanjutnya
img_title