Proyek Pemindahan Air China Terbesar Dunia Ribuan Kilometer, 330 Ribu Orang Direlokasi Atasi Krisis Air Utara!
- Youtube
Cianjur – China membangun proyek pemindahan air terbesar dalam sejarah manusia South-North Water Diversion Project yang membentang ribuan kilometer menembus pegunungan.
Proyek ambisius ini mengalihkan air dari selatan ke utara untuk mengatasi krisis air terburuk di wilayah Beijing, Tianjin, dan Hebei.
China bagian utara mengalami kekurangan air parah karena daerah kering dengan jumlah penduduk terus bertambah dan aktivitas kota serta industri makin besar.
Pertanian di utara membutuhkan banyak air sehingga orang-orang memompa air tanah dalam jumlah besar menyebabkan muka air tanah turun drastis.
Dirangkum dari channel YouTube Akhi Zoro, China bagian selatan memiliki air jauh lebih melimpah terutama dari Sungai Yangtze dan anak sungainya.
Perbedaan besar antara daerah kelebihan air di selatan dan kekurangan air di utara membuat pemerintah merancang solusi ekstrem memindahkan air melalui infrastruktur raksasa.
Proyek ini membangun tiga jalur utama yaitu timur, tengah, dan barat mengalirkan air dari Sungai Yangtze ke kota-kota besar dan daerah kering.
Rute timur menggunakan jalur Grand Canal yang diperbaiki sementara rute tengah sepanjang 1.200 kilometer melewati terowongan di bawah Sungai Kuning atau Yellow River.
Rute Tengah Paling Penting
Rute tengah menjadi jalur paling penting mengalirkan air dari waduk Sungai Han menuju Beijing dan Tianjin dengan sebagian aliran air mengalir sendiri memanfaatkan gravitasi.
Rute barat masih direncanakan karena jauh lebih sulit dibangun dengan tantangan medan berat, risiko lingkungan, dan biaya sangat besar untuk mewujudkannya.
Proyek ini diperkirakan memindahkan puluhan miliar meter kubik air setiap tahun membantu menyeimbangkan ketersediaan air antara selatan dan utara China.
Air yang sampai wilayah utara disimpan di waduk penampung sebelum didistribusikan ke kota, industri, dan pertanian dengan sistem monitoring kualitas air ketat.
Kota Beijing dan Tianjin yang lama mengalami kekurangan air bersih mendapat suplai tambahan dari selatan membuat kebutuhan air minum lebih aman.
Level air tanah mulai naik di beberapa daerah penerima karena penggunaan sumur bor menurun dan akuifer bisa pulih secara alami menunjukkan ekosistem air membaik.