Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso, Sosok Sederhana yang Membuat Gus Dur Kagum
- Youtube
Cianjur – Jenderal polisi Hoegeng Iman Santoso dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana dan jujur. Beliau menjabat sebagai Kapolri kelima dari Mei 1968 hingga Oktober 1971.
Jenderal Polisi ini dikenal sebagai orang yang sederhana, jujur, dan disiplin selama menjabat. Bahkan ia menolak ketika diberikan hadiah-hadiah mewah.
Kesederhanaan dan kejujuran Hoegeng bahkan membuat Gus Dur memasukkannya dalam daftar "tiga polisi jujur" dalam humor satirnya. Sosok mantan Kapolri ini memang layak dijadikan teladan bagi generasi penerus bangsa.
Prinsip Hidup yang Teguh
Hoegeng memiliki prinsip hidup yang sangat kuat yaitu "Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik." Dia menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari tanpa kompromi.
Menolak Hadiah dan Fasilitas Berlebihan
Saat ditugaskan ke Sumatera Utara, para bandar judi sudah menyiapkan mobil dan rumah mewah untuknya. Hoegeng menolak dengan halus dan memilih tinggal di hotel sederhana.
Bahkan ketika rumah dinasnya sudah dipenuhi barang-barang mewah seperti kulkas, piano, dan sofa mahal, dia memerintahkan untuk mengeluarkan semuanya. Barang-barang hadiah itu diletakkan begitu saja di depan rumah.
Disiplin dan Hidup Sederhana
Hoegeng sangat disiplin dalam bekerja dan selalu membawa tape recorder untuk merekam setiap pembicaraan. Dia juga mencatat semua hal penting agar tidak lupa.
Bahkan biaya kuliah anaknya tidak diambil dari gaji sebagai Kapolri, melainkan dari hasil menjual lukisan dan sepatu. Uang pensiunnya hanya Rp10.000, yang setara dengan Rp1 juta pada tahun 2004.
Sosok jenderal polisi Hoegeng Iman Santoso menjadi panutan pemimpin agar hidup sederhana tanpa korupsi. Integritasnya yang tinggi membuat namanya diabadikan dalam Hoegeng Awards yang digelar Polri setiap tahun.