B-1 Lancer Pembom Supersonik Paling ditakuti, Bagaimana Sayap Variable Sweep Bekerja!
- Youtube
Cianjur – Pembom supersonik paling ditakuti yang pernah dibuat bisa dibilang adalah B-1 Lancer milik Amerika Serikat. Pesawat ini dapat dibedakan dari bentuknya terutama sayapnya yang mengubah sudut tergantung kebutuhan pilot saat terbang yang disebut variable sweep wings.
Sayap ini sangat penting bagi kemampuan pesawat militer ini untuk beroperasi pada kecepatan dan ketinggian lebih tinggi tanpa menghadapi gelombang kejut dan hambatan.
Butuh puluhan tahun evolusi gila untuk menyempurnakan desain ini yang dimulai dengan pesawat lebih awal seperti F-111.
Dilansir dari channel YouTube Fluctus, sayap variable sweep B-1 Lancer dikembangkan untuk menggabungkan kinerja kecepatan tinggi dengan efisiensi jangkauan jauh.
Insinyur merancang sayap yang dapat menyapu ke belakang untuk penerbangan supersonik dan memanjang ke depan untuk jelajah stabil hemat bahan bakar.
Inovasi ini memungkinkan pembom lepas landas dari landasan pacu lebih pendek sambil mempertahankan kemampuan terbang pada Mach 1,2 saat dibutuhkan.
Terinspirasi dari pesawat swing-wing sebelumnya seperti F-111, sistem menggunakan aktuator hidrolik powerful yang disinkronkan melalui kontrol komputer untuk transisi mulus antar konfigurasi.
Evolusi dari F-14 Tomcat ke B-1 Lancer
Selanjutnya datang F-14 Tomcat yang mirip dengan pendahulunya juga memiliki variable sweep wings yang memungkinkan pesawat beroperasi pada kecepatan tinggi dan rendah.
F-14 adalah pilihan Angkatan Laut AS dibanding F-111 milik Angkatan Udara dengan desain lebih ramping dan kemampuan berguling serta berbelok pada kecepatan supersonik.
Dalam pertarungan udara, F-14 kemungkinan akan menang atas F-111 namun kapasitas muatan F-14 jauh lebih sedikit. B-1 Lancer dikandung untuk menggabungkan kemampuan serangan rendah F-111 Aardvark dengan kelincahan supersonik dan aerodinamika canggih F-14 Tomcat.
Dikembangkan pada awal 1970-an sebagai bagian dari pencarian Angkatan Udara AS untuk pembom generasi berikutnya, B-1 memperkenalkan inovasi aerodinamis paling canggih pada masanya.
Sayap ini dapat bergeser antara 15 derajat dan 67,5 derajat sapuan yang memungkinkan pesawat beradaptasi mulus dengan kondisi penerbangan sangat berbeda.
Saat diperpanjang ke depan, sayap memberikan angkat maksimum untuk lepas landas, pendaratan, dan jelajah jangkauan jauh hemat bahan bakar pada ketinggian tinggi.