Jauh Mengenal Ramses II, Firaun Terhebat dalam Sejarah Mesir Kuno
- Youtube
Cianjur – Ramses II dikenal sebagai Firaun yang luar biasa dalam sejarah Mesir.
Ia memimpin bangsa Mesir ke masa kejayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan keahlian dalam perang, diplomasi, dan pembangunan, namanya tetap abadi hingga kini.
Cerita hidupnya penuh inspirasi dan kekaguman.
Memerintah selama 66 tahun dan hidup hingga 90 tahun
Ramses II adalah salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Mesir Kuno.
Ia memerintah selama 66 tahun dan dikenal karena kekuatan militer serta pencapaian diplomatiknya.
Ramses lahir sekitar tahun 1303 SM dari keluarga militer, bukan bangsawan.
Namun, kakeknya berhasil mengangkat status keluarganya ke jajaran kerajaan.
Sejak usia muda, Ramses ikut kampanye militer bersama ayahnya.
Ketika kakaknya meninggal, Ramses ditunjuk sebagai pewaris tahta Mesir.
Memiliki lebih dari 100 anak dari berbagai istri dan selir
Setelah menjadi Firaun, Ramses menikah dengan Ratu Nefertari yang sangat dicintainya.
Ia juga memiliki enam istri kerajaan lainnya serta banyak selir.
Total anak Ramses diperkirakan mencapai lebih dari 160 orang.
Ini menjadikannya salah satu tokoh sejarah dengan keturunan terbanyak.
Ahli strategi perang dan diplomasi, mengalahkan bajak laut dan musuh besar seperti bangsa Hatti
Kehebatan militernya terlihat saat ia mengalahkan bajak laut Sherden yang mengancam jalur dagang Mesir.
Ia juga memimpin pasukan besar dalam Pertempuran Kadesh melawan bangsa Hatti.
Walau awalnya hasilnya tidak jelas, Ramses kemudian menandatangani perjanjian damai dengan musuhnya itu.
Ini merupakan salah satu perjanjian damai pertama yang tercatat dalam sejarah manusia.
Ramses juga berhasil menjaga kestabilan wilayah Mesir selama sisa masa pemerintahannya.
Ia mengamankan perbatasan dari Libya, Nubia, dan bangsa asing lainnya.
Membangun monumen besar seperti Abu Simbel dan Ramesseum
Selain terkenal sebagai panglima perang, Ramses adalah pembangun besar.
Ia mendirikan banyak kuil dan monumen megah, termasuk Abu Simbel dan kota baru Pi-Ramesses.
Ramesseum di Luxor menjadi salah satu peninggalannya yang paling ikonik.
Ia bahkan menambahkan ukiran dirinya pada monumen lain untuk memperkuat warisan namanya.
Saat istrinya Nefertari meninggal, ia dimakamkan di tempat indah yang penuh lukisan dinding surgawi.