Rahasia Terungkap, Fakta Rudal Korea Utara yang Bikin Negara Lain Penasaran!
- Pinterest.com
Cianjur – Korea Utara kembali jadi sorotan dunia dengan peluncuran rudal terbarunya. Rudal Korea Utara memang selalu menarik perhatian, terutama dengan teknologi senjata nuklir yang mereka kembangkan.
Di tengah situasi dunia yang sedang fokus ke konflik lain, Pyongyang tetap agresif menguji coba rudal balistik mereka. Program rudal Korea Utara bukan sesuatu yang baru. Mereka sudah mengembangkan teknologi ini sejak puluhan tahun lalu.
Ngomongin soal rudal Korea Utara, kita nggak bisa lepas dari ambisi nuklir mereka. Setiap peluncuran rudal balistik yang mereka lakukan selalu ada maksud tersembunyi. Apa sih sebenarnya yang pengen dicapai oleh negara yang satu ini?
Yuk, kita kupas tuntas fakta-fakta menarik tentang rudal Korea Utara. Dari sejarah awal sampai teknologi terkini yang mereka punya. Siapa tau setelah baca ini, kamu jadi lebih paham kenapa dunia selalu waspada sama program senjata nuklir Pyongyang.
1. Awal Mula Rudal Korea Utara Lahir
Sejarah rudal Korea Utara dimulai dari program Scud yang datang dari Mesir tahun 1976. Ini jadi tonggak awal mereka mengenal teknologi rudal balistik.
Pada 1984, Korea Utara mulai bikin rudal versi sendiri yang diberi nama Hwasong. Sejak saat itu, mereka makin serius mengembangkan program senjata nuklir dan rudal antarbenua.
Rudal Nodong yang punya jangkauan 1.300 km jadi pencapaian penting berikutnya. Dengan jangkauan segitu, mereka udah bisa nyerang Korea Selatan dan sebagian Jepang.
2. Rudal Musuh yang Makin Canggih
Rudal Musudan terakhir diuji tahun 2016 dengan hasil yang bikin heboh. Intelijen Israel memperkirakan jangkauannya mencapai 2.500 km.
Sementara Amerika Serikat punya perkiraan berbeda, sekitar 3.200 km. Bahkan ada sumber yang bilang bisa sampai 4.000 km jangkauannya.
Agustus 2016, Korea Utara umumkan punya rudal berbasis kapal selam. Ini nambahin ancaman baru karena bisa diluncurkan dari laut.
3. Era Rudal Antarbenua Dimulai
Hwasong-14 jadi rudal antarbenua pertama yang berhasil diuji tanggal 4 Juli 2017. Peluncuran ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Amerika, bukan kebetulan kan?
Pakar dari AS bilang rudal ini bisa mencapai Alaska. Ini bikin Washington langsung waspada tingkat tinggi.