7 Fakta Menarik Monas yang Jarang Diketahui, Nomor 5 Bikin Takjub!

Monas
Sumber :
  • Youtube

Cianjur – Monumen Nasional atau Monas bukan sekadar tugu tinggi di tengah Jakarta.

img_title Abdy Yuhana: Tanpa Kesadaran Ideologis, Perubahan Sistem Politik Berisiko Perlemah Kualitas Demokrasi

Ia menyimpan sejarah panjang dan makna mendalam bagi bangsa Indonesia.

Dibangun atas gagasan Presiden Soekarno, Monas menjadi simbol perjuangan rakyat.

img_title Type 61 Tank Legendaris Jepang dengan Desain Kompak untuk Pecinta Sejarah Kendaraan Tempur Modern

Meski sempat ditolak, Monas tetap berdiri megah hingga kini.

Selain jadi ikon ibu kota, Monas juga tempat belajar sejarah.

img_title Kisah 4 Jenderal Terbaik yang Mengubah Jalannya Sejarah Perang Dunia 2

Anak-anak hingga orang dewasa bisa datang dan mengenal perjuangan bangsanya.

Monas bukan hanya bangunan. Ia adalah pengingat tentang kemerdekaan, perjuangan, dan harapan masa depan Indonesia.

Monumen Nasional: Lebih dari Sekadar Ikon Jakarta

Monas adalah simbol kebanggaan rakyat Indonesia. Di balik kemegahannya, terdapat cerita dan makna yang dalam.

Sejarah Awal Pembangunan

Pembangunan Monas dimulai pada tahun 1959 dan diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961.

Monumen ini dibangun di atas lahan seluas 80 hektar dan memiliki tinggi 132 meter.

Soekarno ingin menciptakan monumen setara Menara Eiffel.

Namun, proyek ini sempat ditolak karena dianggap menghamburkan anggaran negara.

Makna Filosofi Lingga dan Yoni

Desain Monas bukan hanya artistik, tapi juga sarat filosofi.

Bagian tugu mencerminkan Lingga, simbol laki-laki dan kekuatan.

Sementara bagian dasar atau pelatarannya melambangkan Yoni, simbol perempuan dan kesuburan.

Kombinasi ini mencerminkan keseimbangan dalam kehidupan.

Sayembara Desain Arsitektur

Desain Monas dipilih melalui dua kali sayembara terbuka.

Sayembara pertama diikuti 51 peserta, dan sayembara kedua 136 peserta.

Rancangan akhirnya dibuat oleh Frederich Silaban bersama RM Soedarsono.

Mereka dipercaya Soekarno karena idenya sesuai visi nasionalisme.

Obor Berlapis Emas

Puncak Monas dihiasi obor yang berlapis emas seberat 50 kg. Awalnya hanya 28 kg, sumbangan dari pengusaha Teuku Markam.

Tambahan emas dilakukan tahun 1995 saat Indonesia merayakan 50 tahun kemerdekaan. Emas ini berasal dari tambang di Lebong Tandai.

Berganti Nama Hingga Lima Kali

Sebelum dikenal sebagai Monas, monumen ini pernah berganti nama lima kali. Mulai dari Lapangan Gambir hingga Taman Monas.

Pergantian nama ini mencerminkan perjalanan sejarah dan perkembangan kawasan sekitar Monas.

Museum dan Ruang Kemerdekaan

Di dalam Monas terdapat museum sejarah nasional Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title