Fakta Menarik di Balik Pengangkatan Kiswah Ka'bah Saat Musim Haji
- Pixabay
Cianjur – Pada saat musim haji, suasana di Masjidil Haram terasa semakin sakral.
Salah satu hal yang paling mencolok adalah perubahan tampilan Ka'bah.
Kain hitam penutup Ka'bah, atau kiswah, mulai dinaikkan sebagian.
Di bawahnya, kain putih sebagai simbol ihram dipasang.
Banyak jamaah mungkin bertanya-tanya mengapa hal ini dilakukan setiap tahun.
Ternyata, tradisi ini memiliki makna spiritual dan teknis yang mendalam.
Kiswah Ka'bah Dinaikkan Setiap Musim Haji
Menjelang ibadah haji, salah satu tradisi penting yang dilakukan di Masjidil Haram adalah pengangkatan kiswah.
Kiswah adalah kain hitam yang menutupi Ka'bah secara keseluruhan.
Mencegah Perbuatan Syirik di Sekitar Ka'bah
Kiswah dinaikkan untuk mencegah tindakan syirik seperti meminta atau mengusap kain Ka'bah.
Pemerintah Arab Saudi mengambil langkah ini agar fokus jamaah tetap pada ibadah.
Kain Putih Jadi Simbol Ihram dan Musim Haji
Setelah kiswah dinaikkan, bagian bawah Ka'bah ditutup dengan kain putih.
Kain ini menjadi simbol dimulainya musim haji dan kesucian ihram.
Tradisi Lama yang Masih Dipertahankan
Tradisi ini telah dilakukan sejak lama sebagai bentuk penghormatan.
Dulu kain putih merupakan bagian dari kiswah, tapi kini dipasang terpisah.
Waktu Pelaksanaan Disesuaikan dengan Kepadatan Jamaah
Pengangkatan kiswah biasanya dilakukan sekitar 15 Dzulqa’dah.
Hal ini dilakukan sebelum jamaah memadati area tawaf (mataf).
Tradisi menaikkan kiswah bukan sekadar perubahan tampilan Ka'bah.
Namun juga menjadi penanda bahwa ibadah haji akan segera dimulai dan harus dijalani dengan penuh kesucian.
Pengangkatan kiswah bukan hanya ritual tahunan biasa.
Ini adalah wujud perlindungan dan penghormatan terhadap Ka'bah serta jamaah haji.
Dengan menaikkan kiswah dan memasang kain putih, Ka'bah menunjukkan kesiapannya menyambut tamu Allah.
Suatu simbol bahwa kesucian ibadah harus dijaga sejak awal.