Ramalan Jayabaya, Benarkan Pulau Jawa Akan Terbelah Dua?

Jayabaya
Sumber :
  • id.pinterest.com

CianjurRamalan Jayabaya tentang Pulau Jawa yang akan terbelah dua kembali jadi perbincangan hangat. Raja Kediri abad ke-12 ini meramalkan "nugel tanah Jowo kaping pindo" atau membelah Jawa untuk kedua kali.

img_title Rekomendasi 5 Aktivitas Seru di Jawa yang Bikin Liburan Makin Berkesan, Sudah Pernah Coba?

Menurut hitungan Jayabaya, pembelahan kedua akan terjadi pada tahun 2178 Masehi. Ramalan ini menyebutkan bahwa Pulau Jawa akan dipisahkan oleh air laut dari utara hingga selatan.

Banyak orang mengaitkan ramalan ini dengan potensi letusan Gunung Slamet yang terletak di tengah Jawa. Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa ini dinilai bisa memicu pembelahan jika meletus dahsyat.

img_title Fakta Menarik Suriname, Sebuah Negara Kecil di Amerika yang Penuh Nuansa Jawa

Namun para ahli geologi meragukan kemampuan Gunung Slamet membelah Pulau Jawa sepenuhnya. Bahkan letusan super Gunung Toba 74.000 tahun lalu tidak mampu membelah Pulau Sumatera.

Sejarah Pembelahan Pertama Pulau Jawa

img_title Ramalan Prabu Siliwangi yang Terbukti di Era Modern, Benarkah?

Jayabaya pernah meramalkan "nusak Jawa kapisah sepisan" atau pemisahan Pulau Jawa pertama kali. Ramalan ini sudah terbukti dengan terbelahnya tanah Sunda pada akhir zaman es.

Pemisahan pertama mengakibatkan Pulau Jawa terpisah dari daratan Asia menjadi pulau tersendiri. Proses ini berlangsung selama ribuan tahun karena naiknya permukaan air laut.

Analisis Ilmiah Ramalan Pembelahan Kedua

Para geolog menilai Gunung Slamet terlalu kecil untuk membelah Pulau Jawa sepenuhnya. Perbandingan dengan letusan Gunung Toba menunjukkan ketidakmungkinan scenario pembelahan total.

Letusan Toba setara 21 juta bom Hiroshima namun tidak membelah Sumatera. Kaldera Toba berdiameter Purwokerto-Magelang tetapi Sumatera tetap utuh hingga kini.

Kemungkinan Penyebab Alternatif Pembelahan

Pembelahan Pulau Jawa bisa disebabkan faktor lain selain letusan gunung berapi. Amblesnya permukaan tanah atau gempa tektonik besar berpotensi memicu pemisahan.

Patahan geologi yang membentang dari laut Jawa hingga Samudera Hindia bisa menjadi titik lemah. Aktivitas seismik tinggi di wilayah ini mendukung kemungkinan tersebut.

Interpretasi Modern Ramalan Kuno

Ramalan Jayabaya sering dikemas dalam syair dan kiasan yang sulit dipahami secara literal. Interpretasi modern lebih melihat aspek simbolis daripada kejadian fisik semata.

"Nugel tanah Jowo kaping pindo" mungkin merujuk pada pemisahan sosial atau politik. Bukan pembelahan geografis dalam arti sesungguhnya seperti yang dibayangkan banyak orang.

Halaman Selanjutnya
img_title