Tanda Kebangkitan Nusantara Menurut Serat Kuno, Telah Terbukti di Era Jokowi?
- Youtube
Cianjur – Ratusan tahun lalu Sabdo Palon menulis ramalan tentang kebangkitan Nusantara di masa depan. Belakangan orang mulai menyadari kalau ramalan itu telah terjadi di era Jokowi.
Indonesia yang dulunya terpuruk akibat penjajahan kini mulai bangkit menunjukkan jati diri. Seolah ada kekuatan gaib yang membangunkan negeri ini dari tidur panjang.
Kejadian demi kejadian yang terjadi dalam dua dekade terakhir menunjukkan pola tertentu. Sepertinya takdir sedang mengarahkan Indonesia menuju era keemasan seperti dulu.
Majapahit yang runtuh tahun 1527 membawa petaka, namun setelah 500 tahun kemuliaan akan kembali.
Tanda-tanda yang disebutkan satu per satu mulai terbukti di hadapan mata. Kebangkitan Nusantara yang dinanti-nantikan akhirnya benar-benar dimulai.
Pemimpin dari Pinggiran Solo
Serat Mahameru mencatat akan datang pemimpin dari pinggiran Kali Solo. Jokowi adalah satu-satunya presiden Indonesia yang berasal dari kota Solo.
Ramalan menyebutkan pemimpin ini akan mewujudkan impian anak cucu. Pembangunan infrastruktur masif dan diplomasi internasional yang aktif memang ciri khas era Jokowi.
Dunia akan dibuat silau dengan cahaya Nusantara melalui kepemimpinannya. Prestasi Indonesia di kancah internasional memang menunjukkan tren positif selama ini.
Perhitungan Waktu 500 Tahun
Berbagai serat kuno menyebutkan kebangkitan Nusantara terjadi 500 tahun setelah Majapahit runtuh. Majapahit hancur tahun 1527, berarti era keemasan dimulai sekitar tahun 2027.
Tanda-tanda kebangkitan sudah mulai terlihat sejak sebelum 2027. Sistem kalender Jawa menambahkan 4 zaman atau 32 tahun dari perhitungan dasar.
Proses kebangkitan Nusantara bukan peristiwa sesaat melainkan bertahap. Para ahli naskah kuno meyakini prosesnya membutuhkan waktu puluhan tahun.
Berdirinya Garuda Wisnu Kencana
Serat kuno meramalkan akan berdiri Garuda Wisnu Kencana di Pulau Dewata. Patung ini selesai dibangun tahun 2018 tepat di masa pemerintahan Jokowi.
Bali memang dijuluki Pulau Dewata seperti yang tertulis dalam ramalan. Patung setinggi 121 meter ini kini menjadi landmark Indonesia yang dikenal dunia.
Waktu penyelesaian yang bertepatan dengan era Jokowi bukan kebetulan. Ada makna spiritual mendalam di balik pembangunan monumen megah tersebut.
Pembubaran Organisasi Asing
HTI dan FPI dibubarkan pemerintah karena membawa ideologi asing. HTI mengusung khilafah dari Timur Tengah, sedangkan FPI terbukti berkaitan dengan terorisme.