Tips Budidaya Ikan Terapi Nilem, Bisnis Anak Milenial yang Untungnya Membludak
- Istimewa
Cianjur –Ikan nilem balita makin dilirik sebagai peluang usaha baru yang menjanjikan, terutama di kalangan anak muda milenial.
Selain punya harga jual yang stabil, perawatannya pun relatif mudah dan bisa dimulai dari skala kecil.
Budidaya ikan terapi nilem cocok untuk dijalankan di lahan sempit dengan modal terjangkau, tapi hasilnya bisa luar biasa.
Yuk, simak tips budidaya ikan nilem balita yang bisa jadi pintu masuk bisnis menguntungkan bagi generasi milenial!
Cara budidaya Ikan terapi nilem yang benar
- Istimewa
Persiapan Kolam
Pemijahan dapat dilakukan dalam kolam semen sedangkan untuk pembesaran dilakukan dalam kolam tanah.
Pasalnya Ikan Nila Balita memerlukan pakan alami berupa lumut maupun plankton yang tumbuh subur di dasar maupun pinggiran kolam.
Setiap kolam yang akan digunakan untuk pembesaran, dikeringkan selama 2 minggu dan ditaburi kapur sebanyak 50 kg untuk mematikan bakteri patogen dalam tanah.
Setelah itu, kolam diisi air dan larva baru ditebar setelah kolam terisi air 3 hari.
Indukan dan Pemijahan
Pemijahan dilakukan dengan memasukkan 1 induk jantan dan 2 induk betina yang sudah matang gonad (siap kawin).
Pilih indukan yang telah berumur 1–1,5 tahun dengan berat 180 –200 gram.
Induk nilem betina matang gonad biasanya memiliki gerakan lambat, postur tubuh gemuk, warna tubuh kelabu kekuningan, dan lubang genital berbentuk bulat telur agak melebar dan membengkak.
Sedangkan induk jantan pada bagian kelaminnya mengeluarkan cairan putih jika perutnya diurut (stripping), gerakannya lincah, postur tubuh dan perut ramping, warna tubuh kehijauan dan kadang gelap, lubang urogenital agak menonjol serta sirip dada kasar dan perutnya keras.
Sebelum dipijahkan, indukan dipuasakan selama 1–2 hari untuk membersihkan kotoran dan menurunkan kandungan lemak yang menutup lubang kelamin.
Selain itu, induk jantan dan betina juga dipisahkan supaya tidak terjadi pemijahan dini.
Pemijahan dilakukan dalam kolam semen ukuran 2×3 meter dengan kedalaman air 50 cm. Di tengah kolam dipasang hapa (jaring) ukuran 1×1 meter.
Pemijahan dlikaukan pada malam hari dan induk betina akan mengeluarkan telur sekitar 8 jam, dan antara 1-2 hari kemudian telur akan menetas menjadi larva (benih).