Kenapa Wilayah Palestina Bisa Terbagi Dua? Ini Jawabannya!

Palestina
Sumber :
  • YouTube INVOICE INDONESIA

Cianjur – Banyak orang tahu soal konflik Israel-Palestina yang nggak ada habisnya.

img_title Fakta Unik Negara Liechtenstein Tanpa Militer Tapi Penduduknya Kaya Raya Banget

Tapi tahukah kamu kalau Palestina sendiri ternyata punya masalah internal yang cukup rumit?

Ternyata, di dalam negara Palestina ada dua faksi yang saling bersaing.

img_title Bosnia Terancam Kembali ke Jurang Perang, Republika Srpska Tantang Pemerintah Pusat

Mereka adalah Hamas dan Fatah yang punya pandangan berbeda soal masa depan Palestina.

Palestina Terbagi Jadi Dua Wilayah Kantong

img_title 7 Fakta Unik di Jawa Barat yang Bikin Kamu Kagum dan Tidak Menyangka!

Secara geografis, Palestina terdiri dari dua wilayah terpisah.

Ada Tepi Barat dan Jalur Gaza yang dipisahkan oleh wilayah Israel.

Kedua wilayah ini nggak nyambung sama sekali karena terhalang teritorial Israel.

Total luasnya cuma sekitar 6.020 kilometer persegi, lebih kecil dari Kepulauan Mentawai.

Hamas vs Fatah: Dua Kubu yang Berbeda Haluan

Hamas menguasai Jalur Gaza dengan ideologi Islam konservatif.

Sementara Fatah yang lebih nasionalis sekuler menguasai Tepi Barat.

Perbedaan pandangan ini makin tajam ketika Fatah bersedia bernegosiasi dengan Israel.

Hamas justru menolak keras untuk mengakui keberadaan negara Israel.

Perang Saudara Palestina yang Miris

Pada tahun 2007, terjadi bentrokan bersenjata antara kedua kubu.

Hamas berhasil merebut kendali penuh atas Jalur Gaza dari tangan Fatah.

Akibatnya, Palestina kini secara de facto terbagi menjadi dua pemerintahan terpisah.

Mahmoud Abbas dari Fatah memimpin Tepi Barat, sedangkan Hamas menguasai Gaza.

Status Internasional yang Masih Diperdebatkan

Meskipun 139 dari 193 negara anggota PBB sudah mengakui Palestina, statusnya masih diperdebatkan.

Negara-negara OKI, Liga Arab, Gerakan Non-Blok, dan ASEAN sudah memberikan pengakuan.

Namun beberapa negara besar masih belum mengakui kedaulatan penuh Palestina.

Hal ini membuat posisi Palestina di kancah internasional masih lemah.

Konflik internal antara Hamas dan Fatah memang mempersulit perjuangan rakyat Palestina.

Padahal, persatuan adalah kunci utama untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya.