Kenapa Kerajaan Romawi Bisa Hancur Padahal Dulunya Penguasa Dunia?
- YouTube
Cianjur – Pernah nggak sih kamu penasaran sama sejarah Romawi yang katanya pernah jadi penguasa dunia? Ternyata kerajaan Romawi ini beneran luar biasa banget dan punya wilayah yang super luas.
Bayangkan saja, kejayaan Romawi dulu mencakup hampir seluruh Eropa, Afrika Utara, dan sebagian Asia Barat. Luas wilayahnya mencapai 4,4 juta kilometer persegi, dua kali lebih besar dari Indonesia!
Warisan Romawi yang masih kita rasakan sampai sekarang itu banyak banget lho. Mulai dari sistem hukum, teknologi beton, sampai nama bulan Juli yang diambil dari Julius Caesar.
Nah, yang bikin penasaran adalah kenapa kerajaan Romawi hancur, padahal dulunya mereka punya militer terkuat dan teknologi canggih untuk zamannya.
Tiga Fase Kehancuran Romawi
Pertama: Krisis Republik Romawi
Republik Romawi awalnya punya sistem pemerintahan yang lumayan demokratis dengan Senat sebagai badan utama. Tapi konflik antara kaum bangsawan (patrician) dan rakyat jelata (plebeian) bikin situasi makin panas.
Julius Caesar muncul sebagai tokoh yang populer dan berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan. Sayangnya, para senator merasa takut kalau Roma bakal jadi kerajaan lagi.
Akhirnya, 60 konspirator berencana membunuh Caesar di depan gedung Senat. Yang paling tragis, Brutus yang dianggap seperti anak sendiri oleh Caesar ikut dalam pembunuhan ini.
Ironisnya, upaya mencegah terbentuknya kerajaan malah menciptakan kerajaan itu sendiri. Octavian (Augustus) naik sebagai kaisar pertama dan mengakhiri era Republik Romawi.
Kedua: Kejatuhan Romawi Barat
Kekaisaran Romawi mengalami puncak kejayaan di bawah Five Good Emperors selama 2 abad. Mereka dipilih berdasarkan kompetensi, bukan keturunan.
Tapi abad berikutnya, berbagai krisis mulai muncul. Serangan suku barbar, korupsi, inflasi, dan ketidakstabilan militer bikin kerajaan melemah.
Kaisar Diocletianus coba mengatasi masalah dengan membagi kerajaan jadi dua bagian. Pembagian ini malah memperumit administrasi dan pertahanan.
Suku Goth yang awalnya dibiarkan masuk malah memberontak karena diperlakukan buruk. Pertempuran Adrianople jadi kekalahan terburuk Roma dalam sejarah.
Akhirnya di tahun 476 M, Odoacer menggulingkan kaisar terakhir Romawi Barat. Romulus Augustulus yang masih 16 tahun jadi penanda berakhirnya Kekaisaran Romawi Barat.