Makanan Pokok Keluarga? Ini yang Terjadi Jika Konsumsi Tahu dan Tempe Setiap Hari!

Tahu dan Tempe
Sumber :
  • id.pinterest.com

CianjurTahu dan tempe menjadi makanan pokok hampir semua keluarga Indonesia. 97% rumah tangga mengonsumsinya minimal 3 kali seminggu.

img_title Manfaat Kacang Hijau Ternyata Bisa Turunkan Kolesterol, Begini Cara Konsumsinya!

Namun tahukah kamu apa yang sebenarnya terjadi jika kita mengonsumsi produk kedelai ini setiap hari?

90-95% kedelai nasional berasal dari impor, mayoritas dari Amerika. Ironisnya, sebagian besar kedelai tersebut adalah GMO atau hasil rekayasa genetik.

img_title Manfaat Kacang Mete Ternyata Bisa Cegah Batu Empedu, Ini Faktanya!

Ini yang perlu kita waspadai dari konsumsi tahu tempe harian tanpa memperhatikan sumbernya.

Yuk, simak penjelasan jika konsumsi tahu dan tempe setiap hari, informasi ini dilansir dari Kanal YouTube SB300 Health.

img_title Manfaat Terong Hijau yang Faktanya Baik Untuk Kesehatan tubuh dan Membantu Program Diet

Kandungan nutrisi kedelai yang menggiurkan

Per 100 gram kedelai mentah mengandung 446 kalori dengan 36 gram protein. Protein ini lebih tinggi dari ayam yang hanya 22 gram. Namun kedelai juga mengandung 20 gram lemak dan 30 gram karbohidrat yang cukup tinggi untuk sumber protein nabati.

Manfaat kedelai untuk kesehatan tubuh

Pertama, kedelai mengandung isoflavon seperti genistein dan daidzein. Kedua, terdapat omega-3 ALA meski tidak mengandung EPA dan DHA. Ketiga, kaya mikronutrisi seperti folat, vitamin K1, zat besi, fosfor, kalium, dan magnesium yang penting.

Risiko konsumsi kedelai GMO setiap hari

Kedelai GMO menggunakan glifosat dalam budidayanya. Penelitian menunjukkan glifosat berdampak pada peradangan hati dan sindrom metabolik. Paparan jangka panjang juga berkaitan dengan kerusakan ginjal, gangguan mikrobioma usus, bahkan risiko kanker tertentu.

Solusi aman mengonsumsi kedelai harian

Pilih kedelai non-GMO jika memungkinkan untuk menghindari glifosat. Utamakan produk fermentasi seperti tempe yang nilai gizinya lebih baik. Hindari produk kedelai ultra-proses dengan bahan aditif. Jadikan kedelai sebagai protein tambahan, bukan utama. Sesuaikan dengan kondisi hormonal masing-masing.

Konsumsi tahu dan tempe setiap hari bisa bermanfaat atau bermasalah tergantung sumber dan cara pengolahannya. Kedelai GMO dengan glifosat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.