Mengapa Konflik Iran dan Israel Terus Bergulir Setelah Perang 12 Hari?

Konflik Iran dan Israel
Sumber :
  • id.pinterest.com

CianjurKonflik antara Iran dan Israel memang sudah menjadi sorotan dunia selama bertahun-tahun. Namun, perang selama 12 hari yang baru saja terjadi membuat situasi di Timur Tengah semakin panas dan mencekam.

img_title S-500 Prometeus Rusia Produksi Massal, Rudal Hipersonik Tak Lagi Bebas Terbang!

Perang ini terjadi ketika rudal-rudal mulai meluncur dan langit kedua negara berubah menjadi medan tempur. Api dan ledakan mewarnai konflik yang mengoyak sekaligus mempersatukan rakyat Iran dalam menghadapi ancaman eksternal.

Kapan konflik langsung antara kedua negara akan benar-benar berakhir masih menjadi tanda tanya besar. Bahkan ada indikator kuat yang menunjukkan bahwa konflik ini akan terus bergulir dan mungkin semakin mengerikan.

img_title Deretan Jet Tempur Legendaris Iran yang Masih Terbang Hingga Kini, Ada yang dari Amerika!

Siapa saja yang terlibat dalam konflik ini tidak hanya Iran dan Israel, tetapi juga Amerika Serikat yang turun tangan langsung. Presiden Trump bahkan memerintahkan pesawat tempur AS untuk ikut mengebom fasilitas nuklir Iran.

Mengapa Iran tetap gigih mempertahankan posisinya meski mendapat tekanan besar? Jawabannya terletak pada identitas peradaban kuno mereka yang sudah mengakar selama 5.000 tahun.

img_title Daftar Gaji Prajurit TNI Indonesia Dibanding Tentara Negara Lain di Dunia

Informasi ini dilansir dari YouTube Teknologi Populer.

Enam Indikator Konflik Akan Terus Berlanjut

Pertama, Iran adalah negara dengan peradaban kuno yang sangat menjaga martabat. Masyarakat Iran memandang negara mereka bukan sekedar tempat biasa, tetapi tanah yang menyimpan jejak peradaban berusia ribuan tahun.

Kedua, konflik ini sebenarnya sudah lama diprediksi akan pecah. Para pengamat internasional sudah bisa menebak arah konflik langsung antara Iran dan Israel sejak lama, bukan lagi melalui tangan ketiga.

Ketiga, jika pemimpin Iran tumbang, negara tersebut bisa terpecah belah. Israel dengan dukungan Amerika Serikat memang punya kekuatan militer untuk mengguncang pemerintahan Iran, tapi hal ini bisa menciptakan ketidakstabilan yang sulit dikendalikan.

Keempat, meski ada gencatan senjata, situasi justru terasa semakin gelap. Para jurnalis yang sudah meliput Iran selama puluhan tahun merasakan ancaman yang belum benar-benar mereda.

Kelima, Amerika Serikat sudah turun tangan secara langsung. Keterlibatan AS dalam pengeboman fasilitas nuklir Iran menambah kompleksitas konflik dan membuat kemungkinan serangan lanjutan semakin besar.

Keenam, jalur negosiasi masih terbuka tapi sulit diwujudkan. Masalah utamanya adalah tidak ada komunikasi langsung antara para pemimpin kedua negara untuk memulai dialog konstruktif.

Halaman Selanjutnya
img_title