Netanyahu Terancam Digulingkan Rakyatnya Sendiri? Ratusan Ribu Warga Israel Turun ke Jalan!
- id.pinterest.com
Cianjur – Nama Benjamin Netanyahu kini berada di ujung tanduk setelah ratusan ribu warga Israel turun ke jalan. Perdana Menteri Israel ini menghadapi krisis kepercayaan terbesar dalam karir politiknya.
Situasi memanas ketika enam sandera Israel ditemukan tewas di Gaza. Kematian mereka disebut-sebut sebagai akibat kegagalan Netanyahu dalam mengamankan kesepakatan gencatan senjata.
Demonstrasi massal ini dipicu oleh kemarahan publik terhadap kebijakan pemerintah Netanyahu. Warga Israel menilai pemerintah gagal total dalam menangani krisis di Gaza.
Tokoh-tokoh oposisi Israel turut menyuarakan ketidakpuasan mereka. Yair Lapid dan Benny Gantz secara terbuka mengkritik langkah-langkah Netanyahu yang dianggap lebih mementingkan kekuasaan.
Informasi ini dilansir dari YouTube Republika Mahasiswa
Hampir 700 Ribu Warga Israel Turun ke Jalan
Pada 1 September malam, sekitar 700.000 warga Israel sukses mengacaukan sistem ekonomi negara. Aksi demonstrasi ini menjadi yang terbesar sejak insiden 7 Oktober lalu.
Tel Aviv menjadi pusat demonstrasi dengan 550.000 pendemo yang memadati jalan-jalan. Ribuan lainnya memilih bergabung dengan keluarga para sandera di Yerusalem untuk memprotes di luar kantor Netanyahu.
Tekanan dari Tokoh Elite Israel Sendiri
Yair Lapid, pemimpin oposisi berhaluan sentris, memberikan kritik tajam terhadap Netanyahu. Ia menyatakan bahwa pemerintah justru mengubur para sandera alih-alih menyelamatkan mereka.
Benny Gantz, mantan Perdana Menteri Israel, turut menyerukan protes luas terhadap pemerintah. Ia berpendapat bahwa gerak lambat Netanyahu tak terlepas dari pertimbangan politiknya.
Mogok Nasional Lumpuhkan Ekonomi Israel
Federasi Serikat Pekerja terbesar di Israel, Histadrut, menyerukan pemogokan umum untuk pertama kalinya. Pemogokan yang dimulai pada 2 September ini menghentikan sebagian besar aktivitas ekonomi Israel.
Bandara Ben Gurion, pusat transportasi udara utama Israel, ditutup pada Senin pukul 8 pagi waktu setempat. Sektor perbankan dan layanan kesehatan juga terganggu akibat aksi mogok massal ini.
Ekonomi Israel Terancam Hancur dari Dalam
Asosiasi Produsen Israel mendukung pemogokan dengan menyatakan pemerintah gagal dalam tugas moral. Mereka khawatir tanpa pengembalian para sandera, Israel tidak akan dapat mengakhiri perang dan merehabilitasi ekonominya.
Joel Rubin, mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS, memperingatkan bahwa pemogokan ini akan semakin merepotkan Israel. Ekonomi yang sudah terpukul perang Gaza akan semakin hancur dari dalam.