Cara Mudah Budidaya Terung Hijau di Lahan Sempit atau Polibag
- Istimewa
Cianjur –Tak punya lahan luas bukan alasan untuk tidak berkebun!
Terung hijau bisa dibudidayakan dengan mudah meskipun di area terbatas, seperti halaman rumah atau bahkan teras.
Dengan menggunakan polybag, siapa saja bisa mulai menanam terung hijau secara praktis dan hemat tempat.
Selain mudah dirawat, hasil panennya juga cukup menjanjikan untuk konsumsi pribadi maupun peluang usaha kecil.
Cara Budidaya terong hijau
- Istimewa
Yuk, simak cara mudah budidaya terung hijau di lahan sempit yang bisa kamu coba sendiri di rumah!
1. Pembibitan
Bibit terung hijau bisa diperoleh dari buah terung yang sudah masak atau membusuk di pohon. Biji-biji yang sudah terkumpul harus dikeringkan selama 3 hari. Anda juga bisa menggunakan bibit yang dibeli di toko pertanian.
2. Semai bibit
Penyemaian dilakukan pada tempat berukuran 50 cm ? 50 cm.
Tanah yang akan digunakan harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul.
Setelah itu, taburkan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah penyemaian.
Selanjutnya, sebar benih secara merata di atas tempat penyemaian dan tutup dengan tanah yang gembur.
Bila memungkinkan. tutup tempat persemaian dengan ketinggian 30:40 cm di atas permukaan untuk melindungi bibit dari air hujan.
Dalam kurun waktu beberapa minggu. bibit terung akan tumbuh dan mengeluarkan 4:5 daun.
3. Persiapan penanaman
Penanaman terung hijau dapat dilakukan di polibag berukuran sedang sekitar 40 : 50 cm.
Siapkan media tanam tanah yang gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
Masukkan media tanam yang sudah tercampur merata ke polibag hingga 10 cm dari bagian atas.
Biarkan media tanam tersebut selama dua minggu sebelum digunakan untuk menanam benih terung.
Sementara itu, penanaman yang dilakukan di lahan perlu diawali dengan pengolahan lahan. Tanah dibersihkan dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya.
Bajak tanah hingga menjadi gembur. kemudian buat bedengan dengan lebar 90: 100 cm. tinggi 20?25 cm, dan panjang yang menyesuaikan dengan kondisi lahan.
Setelah bedengan jadi, taburi dengan dolomit 1?2 ton/hektare jika pH di bawah 6.5.
Setelah 10 hari kemudian taburkan pupuk kandang atau kompos pada bedengan secara merata.