Alutsista Penting yang Indonesia Belum Punya, Ini Daftarnya!
- YouTube
Cianjur – Indonesia punya militer terkuat di Asia Tenggara secara jumlah. Tapi masih ada alutsista penting yang belum dimiliki. Beberapa negara tetangga bahkan sudah operasikan peralatan ini.
Modernisasi alutsista TNI terus berjalan beberapa tahun terakhir. C-130J Super Hercules baru saja diterima untuk TNI AU. Namun masih banyak gap yang harus diisi untuk pertahanan optimal.
Wilayah Indonesia sangat luas dengan ribuan pulau tersebar. Kebutuhan alutsista harus disesuaikan dengan kondisi geografis unik ini. Beberapa jenis peralatan militer jadi sangat krusial keberadaannya.
Yuk simak daftar alutsista penting yang Indonesia belum miliki. Simak sampai akhir untuk tahu prioritas pertahanan nasional!
Kapal LHD Multiguna
Landing Helicopter Dock sangat cocok untuk negara kepulauan. Kapal ini bisa bawa helikopter dan kendaraan amfibi sekaligus. Deck dan pintu belakang akomodasi berbagai alutsista pendarat.
Daya jelajah jauh dan operasi lebih 45 hari. Bisa jadi kapal komando untuk koordinasi strategis. Australia, China, Amerika, Spanyol, Turki, Prancis sudah operasikan.
Pesawat Peringatan Dini
Airborne Early Warning and Control deteksi ancaman jarak jauh. Radar udara deteksi pesawat, kapal, kendaraan, rudal dari kejauhan. Komando dan kontrol pertempuran udara real-time.
Thailand operasikan Saab 340 dengan sistem radar canggih. Singapura punya G550 AEW dengan radar AESA. Indonesia dengan wilayah luas sangat butuh pesawat ini.
Drone Laut Unmanned
Unmanned Surface Vessel operasi tanpa awak di permukaan air. Remote control atau sepenuhnya otonom untuk berbagai misi. Surveillance, pengintaian, bahkan serangan dengan persenjataan.
Singapura produksi mandiri drone laut Venus 16. Myanmar operasikan drone dengan dudukan senjata RCWS. Filipina terima Mantas T12 dari Amerika tahun 2024.
Sistem Rudal Pantai
Garis pantai terpanjang ketiga dunia butuh pertahanan mumpuni. Indonesia punya Astros 2 MK6 di beberapa titik. Tapi masih butuh sistem peluru kendali lebih banyak.
Filipina operasikan BrahMos jarak tembak 290 kilometer. Vietnam punya Redut-M, Bastion-P, VCM-01 lokal. Indonesia dikabarkan akan akuisisi BrahMos Januari 2025.
Kapal Destroyer Canggih
Destroyer versi lebih besar dan lengkap dari fregat. Persenjataan sangat komplit: meriam, rudal, torpedo mematikan. Long endurance untuk patroli jarak jauh berkelanjutan.