Warisan Penjajahan Jepang di Indonesia yang Populer Hingga Kini, Kamu Wajib Tahu!
- Pinterest.com
Cianjur – Penjajahan Jepang di Indonesia memang meninggalkan banyak kenangan pahit. Kekejaman seperti romusa dan jugun ianfu adalah bukti nyata penderitaan rakyat.
Namun, di balik itu, masa penjajahan yang singkat ini ternyata juga memberikan dampak besar dan meninggalkan beberapa warisan yang masih terasa sampai sekarang.
Bahkan, Jepang berhasil mengubah banyak tatanan yang sebelumnya dibuat oleh Belanda, lho. Perubahan ini terjadi di berbagai sektor, mulai dari politik, budaya, ekonomi, pendidikan, hingga kemiliteran.
Awalnya, Jepang datang dengan propaganda sebagai "saudara tua" yang akan membawa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Meskipun tujuannya untuk menguasai sumber daya alam dan manusia Indonesia untuk Perang Asia Pasifik, Jepang punya cara unik untuk mendekati rakyat. Salah satunya dengan menciptakan sistem pemerintahan baru.
Sistem ini jauh berbeda dari era Belanda yang hanya punya satu pemerintahan sipil di Batavia. Penasaran apa saja warisan-warisan tersebut? Mari kita lihat beberapa di antaranya.
1. Sistem Pemerintahan yang Berbeda
Pada masa awal pendudukan, Jepang membentuk pemerintahan sementara bernama Dainippon. Berbeda dengan Belanda, pemerintahan Dainippon membagi wilayah menjadi tiga pemerintahan militer.
Ada tentara ke-25 untuk Sumatera, tentara ke-16 untuk Jawa dan Madura, dan Armada Selatan Kedua untuk Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku.
Di bawahnya, ada sistem struktural yang melibatkan rakyat Indonesia. Ada ken (kabupaten) yang dipimpin kencho (bupati), gun (kawedanan) dipimpin guncho (wedana), hingga son (kecamatan) dan ku (desa) yang dipimpin oleh orang Indonesia.
2. Kesetaraan dan Semangat Persatuan
Berbeda dengan Belanda yang membedakan kasta dan ras , Jepang menghapus semua itu. Mereka menganggap semua kasta setara.
Hal ini berlaku juga untuk agama, di mana Jepang mendekati kelompok Islam dan membentuk Kantor Urusan Agama yang dipimpin oleh tokoh NU.
Jepang juga melarang penggunaan bahasa Barat dan mewajibkan bahasa Indonesia dan Jepang. Kebijakan ini justru membuat bahasa Indonesia berkembang.
Selain itu, propaganda Jepang untuk menanamkan kebencian terhadap Barat secara tidak langsung menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan seniman dan pemuda.
Penjajahan Jepang memang penuh penderitaan, namun ternyata mereka meninggalkan beberapa warisan penting. Sistem pemerintahan, kesetaraan sosial, hingga penggunaan bahasa Indonesia yang wajib justru menjadi fondasi bagi persatuan bangsa.