Kisah Ki Hajar Dewantara Sang Pahlawan Pendidikan yang Selalu Jadi Inspirasi
- pinterest.com
Cianjur – Tokoh pendidikan dunia selalu punya kisah menarik. Salah satunya Ki Hajar Dewantara, sosok besar yang dikenal sebagai bapak pendidikan nasional. Namanya selalu disebut setiap Hari Pendidikan Nasional.
Sebagai tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara berjuang keras agar semua orang bisa sekolah. Perjuangannya membuka jalan bagi masyarakat pribumi. Perannya ini bikin sejarah pendidikan jadi lebih terbuka.
Banyak tokoh pendidikan dunia punya cara unik. Ki Hajar Dewantara memilih jalur jurnalistik dan organisasi. Dari sana lahir gagasan besar tentang pendidikan berbasis kebudayaan.
Sampai hari ini, filosofi Ki Hajar Dewantara tetap dipakai di dunia pendidikan. In garso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani jadi pondasi kuat. Itulah alasan kenapa namanya abadi.
Tokoh pendidikan dunia yang satu ini membuktikan kalau perubahan bisa dimulai dari niat tulus. Dari tulisan, perjuangan, sampai mendirikan sekolah, semua jadi warisan berharga.
1. Perjalanan Hidup Sang Tokoh
Ki Hajar Dewantara lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Nama kecilnya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Berasal dari keluarga bangsawan Jawa, dia punya akses pendidikan yang langka saat itu.
Sayangnya, masalah kesehatan bikin Ki Hajar berhenti sekolah dokter pribumi. Tapi semangatnya justru semakin besar. Ia beralih menjadi jurnalis yang kritis terhadap kebijakan Belanda.
Tulisan Ki Hajar penuh kritik terhadap penjajahan. Esainya yang terkenal bikin dia diasingkan ke Belanda. Tapi justru dari situ lahir banyak ide baru soal pendidikan dan kebangsaan.
2. Mendirikan Taman Siswa
Pada 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa. Sekolah ini khusus untuk pribumi yang sulit mengakses pendidikan. Konsepnya sederhana tapi revolusioner pada masanya.
Di sekolah ini, siswa bukan cuma belajar akademik. Mereka juga diajarkan budaya dan nilai kebangsaan. Taman Siswa jadi simbol pendidikan merdeka untuk semua kalangan.
3. Filosofi Pendidikan Abadi
Ki Hajar Dewantara terkenal dengan filosofi pendidikan. “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
Artinya, pemimpin memberi teladan, berada di tengah untuk membangun semangat, dan mendukung dari belakang.