Kamboja Pernah Jadi Neraka di Bumi, Ini Fakta Mengejutkan Negeri Angkor!

Fakta Unik Kamboja
Sumber :
  • YouTube INVOICE INDONESIA

Cianjur – Kamboja mungkin terdengar seperti negara yang damai dan tenang.

img_title 5 Negara dengan Pesawat Patroli Maritim Terbanyak di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya!

Namun, siapa sangka di balik keindahan candi Angkor Wat yang terkenal, tersimpan sejarah kelam yang mencengangkan.

Negara Kamboja yang berada di Asia Tenggara ini memiliki cerita panjang tentang kejayaan dan tragedi.

img_title Vietnam Juara, Ini 5 Negara Asia Tenggara Dengan Personil Militer Terbesar!

Dari masa keemasan Kerajaan Khmer hingga era kelam rezim Pol Pot yang menewaskan jutaan jiwa.

Mari kita telusuri fakta-fakta menarik tentang Kamboja yang mungkin belum kamu ketahui. Mulai dari sejarah kelam hingga keunikan budayanya yang mengagumkan.

img_title Rusia Ciptakan Drone Tempur Baru OS-25R yang Bikin Negara Lain Panik dan Gerak Cepat

Masa Kelam yang Tak Terlupakan

Pada tahun 1975, rezim Khmer Merah berkuasa di Kamboja.

Mereka dipimpin oleh Pol Pot yang ingin mengubah negara menjadi masyarakat agraris seperti abad ke-11.

Akibatnya, sekitar 2-3 juta orang tewas karena kelaparan dan pembantaian. Periode ini membuat Kamboja dijuluki "neraka di bumi" atau hell on earth.

Keunikan yang Mencengangkan

Tahukah kamu bahwa bendera Kamboja adalah satu-satunya di dunia yang bergambar gedung?

Gambar tersebut adalah Angkor Wat, simbol kebanggaan nasional mereka.

Selain itu, 50% penduduk Kamboja berusia di bawah 20 tahun.

Hal ini menjadikannya salah satu negara termuda di dunia berdasarkan rata-rata usia penduduk.

Tradisi yang Unik

Orang Kamboja memiliki tradisi tidak merayakan ulang tahun.

Bahkan, banyak orang tua yang tidak tahu tanggal kelahiran mereka sendiri.

Mata uang resmi mereka adalah riel, tetapi karena nilainya rendah, mereka juga menggunakan dollar Amerika.

Hal ini menunjukkan kondisi ekonomi yang masih berkembang.

Bangkit dari Keterpurukan

Setelah perang saudara berakhir pada 1991, Kamboja mulai bangkit.

Industri tekstil menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi 80% dari total ekspor.

Pariwisata juga berkembang pesat berkat daya tarik Angkor Wat.

Situs warisan dunia ini menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Kamboja hari ini sudah jauh berbeda dari masa kelamnya.

Meskipun masih menghadapi tantangan ekonomi, negara ini terus berupaya membangun masa depan yang lebih baik bagi rakyatnya.