Mengapa Wiji Thukul Dihilangkan? Ini 7 Sepak Terjang Aktivis HAM dan Sastrawan Legendaris
- Youtube
Cianjur – Wiji Thukul adalah nama yang membuat Orde Baru ketakutan. Aktivis HAM sekaligus sastrawan ini punya sepak terjang luar biasa dalam memperjuangkan hak rakyat.
Wiji Thukul kelahiran 26 Agustus 1963 ini hilang pada Mei 1998. Sampai sekarang, profil perjuangannya masih jadi inspirasi banyak orang.
Sosok bernama asli Wiji Widodo ini punya sepak terjang perjuangan yang patut dikenang. Mari kita bahas profil Wiji Thukul sebagai aktivis HAM dan sastrawan legendaris.
1. Aktivis Lingkungan di Solo
Wiji Thukul mulai aktif tahun 1992 melawan pencemaran PT Sariwarna Asli Solo. Dia memimpin aksi protes warga yang kesal dengan limbah pabrik tekstil.
Perjuangan ini jadi awal sepak terjang Wiji Thukul sebagai aktivis HAM. Dia mulai dikenal sebagai pembela rakyat kecil.
2. Pemimpin Aksi Petani
Aktivis HAM ini juga pernah memimpin aksi petani di Ngawi, Jawa Timur. Dia berjuang untuk hak-hak petani yang tertindas oleh kebijakan pemerintah.
Sepak terjang Wiji Thukul ini menunjukkan kepeduliannya pada rakyat. Profil perjuangannya tidak hanya di kota tapi juga di desa.
3. Penggerak Demonstrasi Buruh
Akhir 1995, Wiji Thukul jadi penggerak demonstrasi besar karyawan PT Sriteks. Aksi ini berujung pada pemukulan yang bikin mata kanannya luka parah.
Tapi dia tidak surut dari perjuangan. Malah semakin semangat memperjuangkan hak-hak buruh yang tertindas.
4. Penyair Perlawanan
Puisi-puisi Wiji Thukul jadi senjata melawan Orde Baru. Karya sastrawan ini selalu sarat dengan semangat perlawanan dan kritik sosial.
Puisi "Peringatan" jadi yang paling terkenal. Aktivis HAM ini bacakan puisi itu saat deklarasi Partai Rakyat Demokratik.
5. Ketua Divisi Budaya PRD
Wiji Thukul jadi ketua divisi budaya Partai Rakyat Demokratik. Dia aktif di Jaringan Kerja Kesenian Rakyat yang jadi sayap kultural partai.
Sepak terjang ini bikin Orde Baru makin waspada. Profil aktivis HAM ini dianggap berbahaya bagi stabilitas rezim.
6. Peraih Penghargaan Internasional
Sastrawan ini dapat World Team In Courage Award dari Belanda tahun 1991. Dia juga diundang baca puisi di Kedutaan Jerman Jakarta.
Prestasi ini menunjukkan pengakuan dunia terhadap perjuangan Wiji Thukul. Profil aktivis HAM ini sudah mendunia.