Fakta Unik Madain Saleh, Kota Kuno Arab Saudi yang Katanya Dihindari Nabi Muhammad!
- id.pinterest.com
Cianjur – Pernahkah kamu mendengar tentang Madain Saleh, sebuah kota kuno di Arab Saudi yang penuh misteri?
Situs arkeologi berusia lebih dari 2000 tahun ini ternyata memiliki fakta unik yang cukup mencengangkan, terutama terkait dengan Nabi Muhammad yang konon dihindari tempat ini.
Terletak di kota Alula, sekitar 300 km di utara Madinah, Madain Saleh dulunya adalah pusat perdagangan kerajaan Nabatean. Kota yang juga dikenal sebagai Al-Hijr ini bahkan sudah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia sejak 2008.
Yang membuat Madain Saleh istimewa adalah arsitekturnya yang menakjubkan. Bangunan dan monumen di sini diukir langsung dari bebatuan dan dipotong menjadi batu pasir, mirip seperti kota kuno Petra di Yordania.
Fakta Unik yang Bikin Penasaran
Berikut beberapa fakta unik tentang Madain Saleh yang mungkin belum kamu ketahui:
1. Ibukota Kedua Kerajaan Nabatean
Setelah Petra dikuasai Romawi tahun 106 M, orang-orang Nabati menjadikan Al-Hijr sebagai ibukota baru mereka. Inilah yang membuat kota kuno ini begitu penting dalam sejarah Arab Saudi.
2. Kaya Akan Prasasti Kuno
Situs ini memiliki sekitar 50 prasasti dari periode pra-Nabatean dan 111 makam yang diukir dengan gaya dekorasi campuran budaya Assyria, Mesir, dan Helenistik. Fakta unik ini menunjukkan betapa kosmopolitannya peradaban di Arab Saudi kuno.
3. Masih Banyak yang Belum Digali
Sebagian besar reruntuhan kota kuno ini masih tertutup pasir dan belum sepenuhnya dieksplorasi oleh para arkeolog. Fakta ini membuat Madain Saleh menyimpan lebih banyak misteri.
4. Tempat Ibadah Dosana
Area Jabal Idlib berfungsi sebagai tempat ibadah utama, kemungkinan untuk menyembah Dosana atau penguasa pegunungan.
Mengapa Dihindari Nabi Muhammad?
Madain Saleh ternyata memiliki cerita yang cukup kontroversial. Konon, Nabi Muhammad SAW selalu mempercepat langkahnya saat melewati kota Alula dan tidak pernah menoleh ke kanan atau kiri.
Inilah mengapa kota kuno Arab Saudi ini dihindari oleh Rasulullah.
Bahkan Ibnu Batutah pernah mencatat bahwa rombongan karavan enggan berhenti di Al-Ula. Masyarakat Arab menyebut tempat ini sebagai "kota hantu" atau "markas jin" karena kaum Nabatean dianggap tidak menyembah Tuhan melainkan dewa-dewi.