Tips Mengatasi Kecemasan! Ini Dia Jenis Olahraga Aman dan Ampuh Buat Penyintas Psikosomatik!
- id.pinterest.com
Cianjur – Pernah dengar soal psikosomatik? Itu lho, kondisi ketika stres atau kecemasan bikin badan kita ikutan enggak nyaman. Kadang, jantung berdebar kencang bikin kita jadi ragu buat mulai olahraga.
Tapi, tahukah kamu kalau justru olahraga bisa jadi terapi mandiri dan penyelamat untuk mengatasi kecemasan dan gejala psikosomatik?
Ada tips rahasia memilih olahraga yang pas. Intinya, kita bisa kok berolahraga tanpa takut pingsan atau serangan panik dadakan. Yuk, kita bedah satu per satu tipsnya biar kamu makin semangat!
Ini dia hal-hal yang harus diperhatikan. Jadi tidak perlu malas dan takut lagi jika ingin mulai berolahraga.
1. Detak Jantung Cepat Saat Cemas vs. Olahraga, Apa Bedanya?
Pertama, saat cemas atau anxiety, denyut jantung bisa mulai di atas 90 denyut per menit. Ketika berolahraga, denyut jantung juga akan meningkat, bahkan bisa sampai 110-120 denyut per menit.
Namun, penting untuk diingat, kenaikan denyut jantung saat olahraga adalah hal yang wajar dan bertujuan baik. Ini melatih pikiran kita untuk tidak panik saat jantung berdebar.
2. Rekomendasi Olahraga Aerobik yang Aman
Kedua, pilih olahraga aerobik seperti jalan kaki, jogging, sepeda, senam, atau berenang. Olahraga ini sangat disarankan karena membantu meningkatkan sistem saraf otonom menjadi lebih baik.
Ini penting untuk keseimbangan sistem saraf simpatis dan parasimpatis yang mengontrol denyut jantung.
3. Durasi Olahraga yang Pas untuk Hasil Optimal
Ketiga, berapa lama sih sebaiknya kita berolahraga. Durasi yang disarankan bisa 20-30 menit per hari. Lakukan sekitar 5 kali dalam seminggu ya.
Ini adalah durasi yang ideal untuk mendapatkan manfaat maksimal dan sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik.
4. Jangan Terjebak Olahraga Kompetitif!
Keempat, sebaiknya hindari olahraga yang ada skornya atau sifatnya kompetitif, seperti futsal, bulutangkis, atau tenis meja.
Olahraga yang memicu keinginan untuk menang bisa meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Pilih saja olahraga yang santai dan fokus pada kesehatan.
5. Pentingnya Pola Pikir Positif Saat Berolahraga
Kelima, yang paling penting adalah kemampuan otak kita berpikir bahwa apa yang kita lakukan ini akan meningkatkan denyut jantung kita dan itu tidak masalah.