Ono Surono: Perempuan Harus Jadi Solusi Persoalan Rakyat dari Tingkat Desa
- Foto:ist
BANDUNG – DPD PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar Training of Trainer (ToT) Perempuan Penggerak Akar Rumput bertajuk "Perempuan Bergerak dari Akar Rumput Memimpin Perubahan Mewujudkan Generasi Berkualitas" di Hotel Horison, Kota Bandung, pada 23–24 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan memperkuat kapasitas kader perempuan agar mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan politik di tengah masyarakat.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga mampu menjadi pelatih bagi kader perempuan lainnya hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Pelatihan dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, Bintang Puspayoga, bersama jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
Peserta terdiri dari Ketua Wanoja Perjuangan se-Jawa Barat, Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota, serta kader perempuan potensial dari berbagai daerah.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, mengatakan momentum pelaksanaan kegiatan yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh perhatian terhadap anak sejak di lingkungan keluarga.
Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi anak saat ini, mulai dari kekerasan, perundungan (bullying), hingga paparan negatif media digital, membutuhkan kehadiran negara sekaligus peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk kader perempuan PDI Perjuangan.
"Anak adalah masa depan bangsa. Karena itu negara harus hadir memberikan perlindungan dan memastikan mereka memperoleh pendidikan yang layak. Di Jawa Barat sendiri angka putus sekolah masih tertinggi di Indonesia dan rata-rata lama sekolah baru mencapai delapan tahun. Ini menjadi tantangan bersama," ujar Ono kepada media.
Ia menegaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pendidik pertama sekaligus penggerak di lingkungan masyarakat.
Mengutip pemikiran Bung Karno dalam buku Sarinah, Ono menyebut perempuan sebagai tiang negara.
Karena itu, pemberdayaan perempuan harus terus diperkuat agar mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial, mulai dari penanganan stunting, pendidikan, hingga perlindungan anak.