DPRD Jawa Barat dan KPID Bahas Ketahanan Informasi Di Tengah Dominasi Media Sosial

DPRD Jawa Barat dan KPID
Sumber :
  • Foto:ist

KOTA BANDUNG,- Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung penguatan lembaga penyiaran sebagai sumber informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi media sosial. 

img_title Tolak SPP Sekolah Negeri, Ono Surono Dorong APBD Tuntaskan Fasilitas Pendidikan

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dalam rangkaian Hari Penyiaran Daerah, yang di selenggarakan di Universitas Pasundan, Rabu (13/5)

Menurut Rafael, persoalan penyiaran sebagai isu strategis yang perlu mendapatkan dukungan, baik melalui kebijakan maupun alokasi anggaran. 

img_title Ono Surono Tegaskan Isu Ganti Nama Jawa Barat Bukan Inisiatif DPRD

Dengan itu, lembaga penyiaran dapat menjalankan fungsi edukasi, informasi, dan kontrol sosial secara optimal. 

“Ya kalau kami memandang memang persoalan-persoalan penyiaran penting untuk kami support ya, baik dalam bentuk regulasi maupun aggaran supaya lembaga penyiaran ini bisa menjadi lembaga yang di dengar oleh publik.” ujar Rafael.

img_title DPRD Jabar Targetkan Pembahasan Ranperda P2APBD 2025 Rampung Sesuai Jadwal

Terkait kebutuhan regulasi untuk mengatur konten media sosial yang dinilai masih belum tertata, Rafael menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada di tingkat nasional melalui Undang-Undang. 

"Melalui forum ini, DPRD Provinsi Jawa Barat berharap hasil kajian yang disusun KPID Jawa Barat dapat menjadi masukan startegis bagi penyusunan kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem penyiaran sekaligus menjaga ketahanan informasi di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat," ucap Rafael.

Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet, juga menjelaskan forum tersebut merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya yang membahas perilaku Gen Z dari perspektif psikologi penyiaran. 

Pada forum kali ini pembahasan diperluas dengan menggunakan perspektif ketahanan nasional melalui pendekatan Pancagatra. 

“Kalau sebelumnya kami melihat dari sisi psikologi, kognitif, dan afektif, kali ini perspektifnya lebih luas, mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan, ini penting karna berkaitan dengan ketahanan nasional.” ujar Adiyana. 

Adiyana menambahkan, kekuatan media penyiaran Jawa Barat perlu terus diperkuat agar menjadi penyeimbang di tengah dominasi media sosial, terutama dalam memberikan informasi yang akurat kepada Gen Z. ()