Tom Maskun Prihatin Longsor di Cipanas, Dorong Mitigasi Tebing Rawan

Tom Maskun
Sumber :

CIANJURLongsor tragis terjadi di Kampung Cigombong, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Jumat dini hari (17/4) 

img_title Ono Surono Tegaskan Isu Ganti Nama Jawa Barat Bukan Inisiatif DPRD

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam memicu tanah longsor di area pemakaman umum setempat.

Akibat kejadian tersebut, dua jenazah terbawa material longsor dan tergantung di tebing setinggi sekitar 20 meter. 

img_title DPRD Jabar Targetkan Pembahasan Ranperda P2APBD 2025 Rampung Sesuai Jadwal

Beberapa makam lainnya rusak parah hingga tulang-belulang jenazah muncul ke permukaan. 

Empat Kepala Keluarga (KK) terpaksa diungsikan karena rumah mereka terancam longsor susulan.

img_title Komisi V DPRD Jabar Soroti Gagalnya Sistem PCMB 2026

Kecamatan Cipanas yang berada di wilayah utara Kabupaten Cianjur dan berdekatan dengan Kawasan Puncak memang dikenal sangat rawan longsor karena topografinya yang berbukit dan curam.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Tom Maskun, M.Pd., menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini.

“Saya sangat prihatin dengan longsor di Cipanas ini, apalagi sampai merusak area pemakaman. Ini menunjukkan betapa rentannya wilayah pegunungan kita terhadap bencana hidrometeorologi,” ujar Tom Maskun.

Tom Maskun menekankan bahwa longsor yang sering terjadi di Cipanas dan sekitarnya bukan hanya masalah alam semata. 

Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera mengambil langkah konkret.

“Kami di Komisi V akan mendorong agar ada program mitigasi yang lebih serius, seperti normalisasi tebing rawan, pembuatan talud penahan tanah, penanaman pohon, dan reboisasi di kawasan Cipanas. Masyarakat juga harus ikut aktif menjaga lingkungan,” tegasnya.

Saat ini BPBD Kabupaten Cianjur bersama TNI, Polri, dan relawan masih melakukan evakuasi jenazah serta pembersihan lokasi. Namun kondisi tanah yang masih labil membuat penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Kami di Komisi V DPRD Jabar mendorong pemerintah daerah dapat memperkuat sistem peringatan dini dan pencegahan bencana agar tidak ada lagi korban dan kerusakan serius di masa mendatang," pungkas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat IV (Kabupaten Cianjur) ini. ()