Satwa Kebun Binatang Bandung Dipastikan Sehat, Pemkot Perkuat Rencana Perawatan Lanjutan

Macan Tutul
Sumber :

BANDUNG,- Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung terus memastikan kondisi kesehatan satwa di area Kebun Binatang Bandung tetap terjaga. 

img_title Habis Rp 15 Juta Sehari, Bandung Zoo Pastikan Semua Satwa Sehat Pasca Kematian Harimau

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa satwa prioritas, seperti macan tutul dan gajah berada dalam kondisi sehat tanpa indikasi penyakit serius.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai metode medis untuk mendapatkan gambaran kondisi satwa secara komprehensif.

img_title PDI Perjuangan Jabar Lunasi BPJS dan Pakan Rp145 Juta, Bayu Satya: Karyawan Wajib Dipertahankan

“Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap macan tutul dan gajah sebagai satwa prioritas di eks Kebun Binatang Bandung,” kata Gin Gin Ginanjar, Kamis 16 April 2026.

Pemeriksaan terhadap macan tutul meliputi general check-up dengan pengambilan sampel darah untuk uji kimia darah, swab anus untuk rapid test virus, serta pemeriksaan USG dan X-ray. 

img_title Selamatkan Kebun Binatang Bandung, PDIP Jabar Gelontorkan Rp145 Juta untuk BPJS dan Pakan

Hasilnya menunjukkan kondisi macan tutul dalam keadaan sehat, tidak terdeteksi virus serta organ dalam yang berfungsi baik, meskipun ditemukan adanya penumpukan lemak subkutan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan macan tutul dalam kondisi sehat, rapid test virus negatif dan organ dalam terpantau baik berdasarkan USG dan X-ray,” ujarnya.

Sedangkan pemeriksaan pada gajah dilakukan melalui pengambilan sampel darah, swab luka untuk uji bakteriologi serta pemeriksaan kuku kaki dan X-ray. Hasilnya menunjukkan tidak adanya infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang sebelumnya mengalami retak.

“Untuk gajah, tidak ditemukan infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang retak,” ungkap Gin Gin

Gin Gin menerangkan, seluruh sampel yang telah diambil akan diuji lebih lanjut di Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Jawa Barat. Hasil pengujian ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan kesehatan satwa ke depan.

“Hasil pengujian lanjutan di Balai Keswan Kesmavet Jabar akan menjadi acuan dalam menyusun rencana penanganan kesehatan satwa selanjutnya,” pungkasnya. ()