Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov Lebih Sering Mogok daripada Berlayar, Kok Bisa?
- Pinterest.com
Cianjur – Pernah dengar kapal perang yang lebih terkenal karena masalahnya daripada kehebatannya? Nah, itulah nasib Admiral Kuznetsov, satu-satunya kapal induk Rusia yang masih aktif sampai sekarang.
Kapal induk ini seharusnya jadi kebanggaan armada laut Rusia. Tapi kenyataannya malah bikin ketangguhannya dipertanyakan mas karena sering mogok dan bermasalah.
Sejarah kapal induk ini sebetulnya cukup tragis dan menarik untuk dibahas. Dari awal pembangunan sampai sekarang, Admiral Kuznetsov terus dilanda masalah.
Kapal perang ini jadi simbol ambisi besar Rusia yang nggak diimbangi kemampuan nyata. Mari kita kupas tuntas kisah kapal induk legendaris ini.
1. Lahir di Masa Runtuhnya Uni Soviet
Admiral Kuznetsov mulai bertugas pada tahun 1991, tepat saat Uni Soviet runtuh. Timing yang sangat buruk untuk kapal perang baru. Anggaran pertahanan langsung menyusut drastis dan infrastruktur pendukung mulai hancur.
Kapal ini dirancang sejak tahun 1983 di galangan kapal Ukraina Soviet. Desainnya penuh kompromi teknis karena keterbatasan anggaran dari awal. Teknologinya sudah ketinggalan zaman sebelum kapal ini menyentuh air laut pertama kali.
2. Mesin Propulsi yang Jadi Sumber Masalah
Sistem mesin Admiral Kuznetsov menggunakan bahan bakar mazut yang sangat kental. Bahan bakar ini sulit dikelola dan menghasilkan asap hitam pekat. Akibatnya, kapal ini meninggalkan jejak asap ke mana pun dia berlayar.
Perawatan mesinnya sangat berat dan butuh tenaga kerja intensif. Masalah mesin ini bikin kapal sering mogok di tengah laut. Bahkan pernah kehilangan tenaga mesin sepenuhnya pada tahun 2009 dan terombang-ambing tanpa kendali.
3. Dek Penerbangan Tanpa Katapel Modern
Berbeda dengan kapal induk Amerika, Admiral Kuznetsov nggak punya katapel uap atau elektromagnetik. Pesawat harus lepas landas pakai landasan melengkung atau ski jump. Sistem ini bikin pesawat harus bawa bahan bakar dan senjata lebih sedikit.
Jangkauan operasional pesawatnya jadi berkurang signifikan. Hangar pesawatnya juga sempit dan menyulitkan perawatan. Perpindahan pesawat antara hangar dan dek sangat lambat dan sering terjadi hambatan.
4. Misi Suriah yang Memalukan di Tahun 2016
Tahun 2016, Rusia kirim Admiral Kuznetsov ke Suriah untuk operasi militer. Ini jadi momen tempur pertamanya dalam konflik nyata. Hasilnya? Sangat mengecewakan dan memalukan.