Bom Luncur Rusia Dijatuhkan Puluhan Kilometer, Ukraina Kesulitan Tangkis!
- Youtube
Cianjur – Bom luncur Rusia menjadi senjata paling menakutkan di medan perang Ukraina bukan karena teknologi canggih tetapi karena sederhana dan hampir mustahil dihentikan.
Senjata ini tidak selalu terdengar atau terlihat, tetapi dampak kehancurannya sangat nyata dan mengerikan di garis depan.
Bom luncur Rusia berasal dari bom udara konvensional era Soviet seperti FAB-250, FAB-500, dan FAB-1500 yang dulunya dijatuhkan bebas.
Rusia memasang kit sayap luncur dan sistem panduan UMPK sehingga bom tidak jatuh lurus tetapi meluncur puluhan kilometer dengan panduan INS dan satelit.
Jet Tempur Su-34 Jatuhkan dari Jarak Aman
Dirangkum dari channel YouTube NYK UPDATE, jet tempur Rusia seperti Su-34 dan Su-35 tidak perlu masuk wilayah udara Ukraina.
Mereka menjatuhkan bom dari jarak puluhan kilometer yang berada di luar jangkauan banyak sistem pertahanan udara sehingga Ukraina tidak bisa menembak pesawatnya.
Bom luncur tidak punya mesin, tidak ada tanda radar aktif, dan terbang pasif mengikuti lintasan yang membuat sulit dibedakan dari objek udara lain.
Radar pertahanan udara mendeteksi terlambat dan hampir tidak ada waktu reaksi, bahkan pasukan di darat tidak sempat berlindung sebelum ledakan terjadi.
Muatan Ratusan Kilogram Hancurkan Bunker Beton
Bom luncur Rusia membawa muatan ratusan kilogram hingga lebih dari satu ton bahan peledak yang dirancang menghancurkan struktur keras.
Dampaknya sangat dahsyat dengan parit runtuh, bunker retak, struktur beton ambruk, dan posisi pertahanan musnah dalam satu ledakan tunggal.
Untuk mencegat satu bom luncur yang murah, Ukraina harus pakai rudal Patriot atau NASAMS yang jauh lebih mahal dan terbatas jumlahnya.
Secara matematis, menembak satu bom murah dengan satu rudal mahal adalah kerugian strategis sehingga Ukraina tidak bisa mencegat semuanya meski secara teknis mampu.
Bukan Hanya Fisik Tapi Juga Mental Pasukan
Bom luncur tidak hanya menghancurkan secara fisik tetapi juga mental dengan ledakan besar yang menciptakan getaran tanah ekstrem dan gelombang kejut luas.
Dalam banyak laporan lapangan, pasukan meninggalkan posisi, komunikasi terputus, dan pertahanan runtuh sebelum kontak langsung dengan musuh bahkan terjadi.